humaniora

CERPEN: Takbir Padang Karbala

Rabu, 9 Juli 2025 | 04:17 WIB
Ilustrasi - Takbir Padang Karbala

Seorang syuhada yang lain, dengan bekas sabetan pedang di pipinya yang masih bersinar, mengacungkan tangannya ke langit.

"Ini bukan lagi sekadar ratapan atas masa lalu!" serunya, suaranya menggelegar bagai petir.

Baca Juga: Puan Maharani sebut pimpinan parpol akan kumpul usai putusan MK pisahkan pemilu

"Ini adalah deklarasi! Deklarasi bahwa kezaliman tidak akan pernah menang selama ada setetes darah Husain yang mengalir di bumi ini, selama ada satu hati yang menolak tunduk pada kebatilan!"

Tiba-tiba, dari puncak setiap kaktus air mata, bunga-bunga melati bermekaran, namun kelopak-kelopak bunga itu kini berwarna merah marun, seperti tetesan darah yang mengering namun abadi.

Wanginya bukan lagi sekadar manis, melainkan bercampur dengan aroma keteguhan dan pengorbanan.

Ayatollah Ali Khamenei dan para petinggi Garda Revolusi Iran, yang entah bagaimana caranya kini juga hadir di Karbala, tidak lagi sibuk dengan rudal dan strategi militer.

Baca Juga: Beda sehari, ini jadwal puasa Tasua dan Asyura versi pemerintah dan Muhammadiyah

Mereka berdiri tegak, air mata mengalir di pipi mereka, namun bibir mereka tak henti-hentinya melantunkan takbir bersama anak-anak yatim dan para syuhada.

Sebuah pemandangan absurd namun penuh makna, menunjukkan bahwa perjuangan mereka pun berakar dari semangat Karbala.

Qassem Basir, rudal kebanggaan mereka, kini tergeletak di tanah, namun bukan sebagai senjata penghancur.

Dari moncongnya, bukan api, melainkan air mata yang mengalir. Seolah-olah, rudal itu pun ikut merasakan duka dan ikut bergelora dalam takbir perlawanan.

Baca Juga: DPR terima surpres usulan Dubes RI untuk 24 negara, Puan: Nama-nama masih rahasia

Padang Karbala adalah sebuah paradoks. Ia adalah tempat duka yang tak berkesudahan, namun juga ladang keberanian yang tak terbatas.

Rintik-rinai air mata menjadi irama pilu yang mengiringi setiap langkah, sementara gelora takbir perlawanan adalah detak jantung yang tak pernah berhenti berdenyut, memberitahu dunia bahwa Karbala tak pernah mati.

Halaman:

Tags

Terkini