Kasus penganiayaan Taufik Hidayat masuk tahap rekonstruksi, jejak kekerasan ke korban kini disorot psikolog

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 2 Juli 2026 | 00:17 WIB
Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat (TH) terhadap YTR membuka mata sebagian publik terkait bahayanya hubungan toksik (YouTube.com/Rumpi_TV - Instagram.com/@fakta.indo)
Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat (TH) terhadap YTR membuka mata sebagian publik terkait bahayanya hubungan toksik (YouTube.com/Rumpi_TV - Instagram.com/@fakta.indo)

Langkah pertama adalah melatih kepekaan dalam membaca perilaku pasangan. Jika mulai muncul tanda-tanda ancaman atau kekerasan, penting untuk segera mengambil tindakan.

Baca Juga: Ahli toksinologi ungkap detik-detik dokter Icha ditelepon berulang kali: Saya dibentak-bentak

Ia menyarankan, jika merasa tidak mampu menghadapi situasi tersebut, korban sebaiknya memilih untuk menjauh demi keselamatan diri.

Selain itu, kemampuan komunikasi asertif juga dinilai penting. Seseorang perlu berani menyatakan batasan dengan tegas, termasuk mengatakan 'tidak' terhadap perlakuan yang tidak pantas.

Pentingnya dukungan dan peran keluarga

Joyce juga menekankan pentingnya membangun support system yang kuat, seperti keluarga dan sahabat.

Dukungan dari lingkungan terdekat dinilai menjadi faktor kunci dalam membantu korban keluar dari hubungan toksik.

Baca Juga: Bahlil soal harga BBM nonsubsidi Juli 2026: Kita lihat nanti, harus fair dong!

Menurutnya, hubungan yang harmonis dengan keluarga dapat menjadi tempat aman bagi korban untuk berbagi dan mencari bantuan.

Di sisi lain, ia juga menyoroti peran pola asuh dalam membentuk karakter seseorang.

Pola asuh yang terlalu permisif serta kurangnya penanaman empati sejak dini disebut dapat memicu perilaku agresif saat dewasa.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa hubungan toksik bisa terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan serta berani mengambil langkah pencegahan sejak dini.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X