Suara perempuan Subang menggema di Jawa Barat, panggung budaya jadi ajang pembuktian

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 18 April 2026 | 16:11 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy (tengah), berfoto bersama perwakilan Ikatan Istri Camat (IIC) Kabupaten Subang usai mengikuti Lomba Paduan Suara tingkat Provinsi Jawa Barat di Purwakarta, Jumat, 17 April 2026 (Dok. Istimewa)
Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy (tengah), berfoto bersama perwakilan Ikatan Istri Camat (IIC) Kabupaten Subang usai mengikuti Lomba Paduan Suara tingkat Provinsi Jawa Barat di Purwakarta, Jumat, 17 April 2026 (Dok. Istimewa)

Subang tampil percaya diri di tingkat provinsi

Penampilan IIC Kabupaten Subang mendapat apresiasi karena dinilai mampu menunjukkan kekompakan serta kualitas vokal yang baik.

Baca Juga: Raih 2 hibah riset sekaligus, akademisi ITB dorong desain jadi kunci pengembangan kota dan industri

Hal ini menjadi bukti bahwa perempuan Subang mampu bersaing dan tampil percaya diri di tingkat provinsi.

“Penampilannya menunjukkan kekompakan dan penghayatan yang baik. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Subang,” ungkap Ega Anjani.

Ajang ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Tatar Sunda.

Kompetisi sendiri dilaksanakan di lima wilayah Bakorwil sebelum memasuki babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

Baca Juga: HUT ke-78 Subang jadi ajang evaluasi, Sekda akui layanan dan infrastruktur masih dikeluhkan warga

Lebih dari kompetisi, perkuat solidaritas perempuan

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi simbol kuat solidaritas perempuan dalam menjaga warisan budaya.

Di tengah arus modernisasi, peran perempuan dinilai tetap krusial sebagai penjaga nilai, tradisi, dan identitas lokal.

Melalui panggung seni seperti ini, perempuan tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya yang aktif dan berdaya.

Semangat yang ditunjukkan oleh perwakilan Subang diharapkan mampu menginspirasi perempuan lainnya untuk terus berkontribusi dalam menjaga budaya Sunda agar tetap hidup dan relevan di masa depan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X