Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 11 Maret 2026 | 13:49 WIB
Tita Andriani di Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera, Kelurahan Sukamelang, Subang, yang ia dirikan sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat
Tita Andriani di Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera, Kelurahan Sukamelang, Subang, yang ia dirikan sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat

Jalan menuju lokasi tersebut belum bisa dibangun secara optimal karena sebagian lahannya disebut masih milik PTPN.

Baca Juga: Viral salak MBG berbelatung di Pekalongan, wali murid SDN 1 Kepatihan keluhkan menu tak layak konsumsi

Mengolah eceng gondok jadi kompos

Tita menceritakan bahwa pada awal merintis, dirinya bersama suami hanya mengelola sampah organik.

Ia bahkan mengambil eceng gondok dari Situ Sukamelang untuk diolah menjadi kompos menggunakan mesin pencacah.

“Saya sama suami awalnya ke Situ Sukamelang. Kan banyak eceng gondoknya. Kita angkut pakai mobil tua, lalu dicacah dan dibuat kompos,” katanya.

Selain kompos, mereka juga memanfaatkan sampah organik untuk budidaya maggot. Hasil maggot tersebut kemudian diberikan kepada warga sekitar yang memelihara ayam sebagai pakan ternak.

Baca Juga: Nadin Amizah ungkap momen terakhir Vidi Aldiano, dua jam sebelum manggung sempat menyaksikan sang kakak ipar berpulang

Secara perlahan, kegiatan tersebut mulai dikenal warga dari mulut ke mulut.

Kini punya 150 nasabah

Setelah hampir satu tahun berjalan, Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera kini memiliki sekitar 150 nasabah yang rutin menyetorkan sampah.

Nasabah tersebut tidak hanya berasal dari Kelurahan Sukamelang, tetapi juga dari wilayah lain seperti Karanganyar.

“Ada peningkatan. Dari awalnya satu dua orang, sekarang sudah 150 yang terdata. Bahkan ada yang dari luar kelurahan,” kata Tita.

Baca Juga: Surat haru BCL untuk Vidi Aldiano, titip salam untuk Ashraf dan kuatkan Sheila Dara

Dalam sehari, rata-rata lima hingga sepuluh orang datang menyetor sampah. Untuk warga yang berada cukup jauh, Tita menjemput sampah menggunakan sepeda listrik maupun becak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X