Perahu digunakan sebagai sarana transportasi utama agar aktivitas tetap berjalan.
“Tapi ini bukan tentang cinta, tapi perjuangan orang tua mengantarkan anaknya untuk ke sekolah dan kerja dalam keadaan banjir. Tetap semangat,” tulis pemilik akun dalam unggahannya.
Baca Juga: Viral pesepeda diduga diintimidasi oknum driver ojol di Jakarta Pusat, HP nyaris dirampas
Warga menggunakan perahu untuk berangkat bekerja maupun mengantar anak sekolah karena jalanan desa masih tergenang air.
Bikin nostalgia, warganet beri dukungan
Unggahan tersebut menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang merasa nostalgia, namun tak sedikit pula yang menyampaikan doa dan semangat.
“My Heart banget nggak tuh?” tulis akun @ite.
“Berasa jadi Irwansyah dan Acha,” komentar @fara.
“Alat transport Jetis, semangat Mba,” tulis akun @An******.
Baca Juga: Istri Marcel Radhival wafat, dikenang sebagai pendukung setia di balik layar Pesulap Merah
“Tiap tahun kebanjiran, yang sabar ya,” tambah akun @meka*********l.
Kondisi terkini banjir di kudus
Diketahui, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus sejak 9 Januari 2026. Hingga kini, beberapa wilayah masih tergenang air.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, terdapat delapan desa di tiga kecamatan yang masih terdampak banjir.
Sebanyak 7.164 warga dari 2.264 kepala keluarga tercatat terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Artikel Terkait
Banjir bandang terjang Desa Penakir Pemalang, rumah dan jembatan rusak
141 Warga mengungsi di bawah Flyover Pamanukan, banjir Sungai Cigadung kembali rendam Desa Mulyasari
3.500 Rumah terendam banjir di Subang, Bupati Reynaldy desak BBWS segera normalisasi sungai
Banjir rendam Ciasem, Perumda TRS salurkan bantuan air bersih dan sembako ke warga terdampak
Banjir bandang Guci kirim kayu hingga pipa ke Pantai Larangan Tegal, sejumlah titik wisata rusak parah
Polwan Polres Subang dan Polsek Pamanukan berikan trauma healing bagi anak korban banjir, ajak bernyanyi hingga menari
Desa Penakir Pemalang diterjang banjir bandang, warga ungkap kronologi dan dampak parah