Keteguhan iman yang ditunjukkan bocah pengungsi Aceh tersebut menjadi cermin kekuatan luar biasa yang tumbuh dari kepolosan dan keikhlasan.
Di tengah duka banjir, suara kecil yang memilih Al-Qur’an di atas mainan menjadi pesan kuat tentang harapan, kesabaran, dan ketabahan yang lahir dari keterbatasan.***
Artikel Terkait
Harga cabe anjlok pascabencana, influencer Amien Ashal borong dagangan pedagang di Takengon dengan harga Medan
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Ingin bakso dan rendang, curhatan dua bocah pengungsi Aceh Tamiang ini bikin warganet terharu
Dua butir telur dibagi untuk 23 orang, kisah warga Aceh Tamiang bertahan hidup tiga hari pascabanjir
Danantara Indonesia dan BP BUMN kerahkan 1.066 relawan dan 109 truk bantuan untuk tanggap bencana di Sumatera
Gelondongan kayu raksasa terdampar di Aceh Tamiang usai banjir bandang, warganet heboh
Akhir penantian 14 hari: Wanita di Sibolga akhirnya temukan jasad orang tua tertimbun longsor