Bayi kini berada dalam pengawasan Dinas Sosial Kabupaten Subang sambil menjalani perawatan intensif di RSUD Ciereng.
Sebelumnya, bayi sempat dibawa ke RS PMC Pamanukan namun terkendala biaya, sehingga Polri bersama Puskesmas memutuskan merujuknya ke RSUD agar penanganan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Subang dan Ketua DWP Subang juga menyerahkan bantuan simbolis untuk mendukung kebutuhan perawatan bayi.
Kejadian yang harus jadi pelajaran kebijakan
Kasus pembuangan bayi di Subang ini menambah daftar panjang kasus serupa di Jawa Barat.
Pemerintah daerah diharapkan memperkuat edukasi keluarga, layanan konseling, hingga pengawasan sosial agar tidak ada lagi anak yang lahir tanpa perlindungan.***
Artikel Terkait
Telisik penemuan bayi di rumah kosong wilayah kebumen, diduga ditelantarkan Kepala SD yang malu gegara selingkuh
Berkedok adopsi, sindikat jual beli bayi di Ngawi terbongkar, empat orang jadi tersangka
Polda Jabar tangkap pimpinan sindikat perdagangan bayi ke Singapura di Bandara Soetta
Subang dorong literasi jadi gaya hidup pelajar, Bunda Ega: Sekolah harus lahirkan penulis hebat
Jambore PKK Subang 2025: Ruang pulih dan penguatan perempuan penggerak desa
Budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini: PKK Subang serukan pendidikan integritas di rumah
Ega Anjani: Dongeng adalah pondasi golden age anak Subang, bukan sekadar hiburan