GENMILENIAL.ID — Dunia digital terus berkembang, tetapi bagi Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy, imajinasi tetap menjadi pondasi utama tumbuh kembang anak.
Pesan itu ia sampaikan di hadapan 12 finalis Grand Final Lomba Mendongeng tingkat DWP Kabupaten Subang yang digelar di Aula BP4D Subang, Rabu 26 November 2025.
Dalam laporannya, Ketua DWP Kabupaten Subang, Hj. Siti Nuraeni Nuroni, menyebutkan bahwa lomba ini diikuti 30 DWP kecamatan dan 31 perangkat daerah.
Setelah tahap penilaian daring melalui YouTube dan Instagram, terpilihlah 12 finalis terbaik yang tampil di babak grand final.
Baca Juga: PT Dahana resmi luncurkan E-Manrisk untuk perkuat digitalisasi manajemen risiko
Ega Anjani menegaskan bahwa mendongeng bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk menghidupkan nilai moral, kedekatan emosional, hingga imajinasi anak.
Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan kedekatan yang lahir dari cerita yang disampaikan langsung oleh seorang ibu.
“Mendongeng bukan hanya bercerita. Di dalamnya ada kehangatan, nilai moral, dan kedekatan antara ibu dan anak yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun,” ujar Ega.
Ia menekankan bahwa kemampuan mendongeng para finalis menunjukkan kualitas luar biasa.
Penampilan para peserta, katanya, memberi pesan bahwa kreativitas adalah bagian penting dalam membentuk fondasi golden age anak Subang.
Ega berharap tradisi mendongeng kembali hidup di ruang-ruang keluarga.
“Kita ingin anak-anak Subang tumbuh sebagai generasi berkarakter, berani bermimpi, dan memiliki imajinasi luas,” ungkapnya.
Di akhir sambutan, Ega menegaskan bahwa seluruh finalis layak disebut pemenang.
Artikel Terkait
Stunting, penyebab dan ciri-ciri kondisi pertumbuhan anak yang perlu diwaspadai
Usia Golden Age anak, membangun pondasi unggul untuk masa depan
Golden Age anak, masa keemasan yang menentukan masa depan
Posyandu harus jadi garda terdepan layanan kesehatan keluarga, tegas Ketua TP PKK Subang
IFG Synergy Day 2025 dorong pertumbuhan ekonomi lokal, UMKM binaan catat transaksi Rp50 juta
Budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini: PKK Subang serukan pendidikan integritas di rumah
CBRE: Pasar properti Jakarta masuki fase pertumbuhan berkelanjutan, pasokan terbatas dorong kenaikan sewa premium