Ega Anjani: Dongeng adalah pondasi golden age anak Subang, bukan sekadar hiburan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 26 November 2025 | 20:39 WIB
Penasihat DWP Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy (tengah) pada Grand Final Lomba Mendongeng tingkat DWP Kabupaten Subang, Rabu 26 November 2025 (Dok. Istimewa)
Penasihat DWP Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy (tengah) pada Grand Final Lomba Mendongeng tingkat DWP Kabupaten Subang, Rabu 26 November 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Dunia digital terus berkembang, tetapi bagi Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy, imajinasi tetap menjadi pondasi utama tumbuh kembang anak.

Pesan itu ia sampaikan di hadapan 12 finalis Grand Final Lomba Mendongeng tingkat DWP Kabupaten Subang yang digelar di Aula BP4D Subang, Rabu 26 November 2025.

Dalam laporannya, Ketua DWP Kabupaten Subang, Hj. Siti Nuraeni Nuroni, menyebutkan bahwa lomba ini diikuti 30 DWP kecamatan dan 31 perangkat daerah.

Setelah tahap penilaian daring melalui YouTube dan Instagram, terpilihlah 12 finalis terbaik yang tampil di babak grand final.

Baca Juga: PT Dahana resmi luncurkan E-Manrisk untuk perkuat digitalisasi manajemen risiko

Ega Anjani menegaskan bahwa mendongeng bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk menghidupkan nilai moral, kedekatan emosional, hingga imajinasi anak.

Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan kedekatan yang lahir dari cerita yang disampaikan langsung oleh seorang ibu.

“Mendongeng bukan hanya bercerita. Di dalamnya ada kehangatan, nilai moral, dan kedekatan antara ibu dan anak yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun,” ujar Ega.

Ia menekankan bahwa kemampuan mendongeng para finalis menunjukkan kualitas luar biasa.

Baca Juga: Kang Rey hadiri penandatanganan mega proyek kereta api: Jabar perkuat konektivitas lewat kerja sama dengan PT KAI

Penampilan para peserta, katanya, memberi pesan bahwa kreativitas adalah bagian penting dalam membentuk fondasi golden age anak Subang.

Ega berharap tradisi mendongeng kembali hidup di ruang-ruang keluarga.

“Kita ingin anak-anak Subang tumbuh sebagai generasi berkarakter, berani bermimpi, dan memiliki imajinasi luas,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Ega menegaskan bahwa seluruh finalis layak disebut pemenang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X