Posyandu harus jadi garda terdepan layanan kesehatan keluarga, tegas Ketua TP PKK Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 23 Juli 2025 | 13:43 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy (tengah) saat membuka Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bintek) Pembina Posyandu yang digelar di Lembah Ciater Resort, Selasa, 22 Juli 2025 (Dok. Istimewa)
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy (tengah) saat membuka Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bintek) Pembina Posyandu yang digelar di Lembah Ciater Resort, Selasa, 22 Juli 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menegaskan pentingnya Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan berbasis keluarga dalam sistem kesehatan nasional.

Hal ini disampaikannya saat membuka Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bintek) Pembina Posyandu yang digelar di Lembah Ciater Resort, Selasa, 22 Juli 2025.

Kegiatan yang berlangsung hingga 25 Juli itu diikuti 96 peserta dari berbagai unsur pembina Posyandu tingkat kabupaten, kecamatan, dan OPD.

Baca Juga: Lawan rentenir, Menteri PKP dan Gubernur Jabar dorong skema kredit rumah ringan untuk warga desa

Dalam kesempatan tersebut, Ega menyampaikan bahwa transformasi layanan kesehatan primer tak bisa lepas dari peran strategis Posyandu dalam mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lansia.

“Pelayanan kesehatan bukan semata tanggung jawab sektor kesehatan, tapi tanggung jawab bersama sosial, kemasyarakatan, dan keluarga. Di sinilah Posyandu mengambil peran penting,” ujar Ega.

Ia juga menekankan bahwa peran Posyandu kini tidak bisa lagi hanya terbatas pada pelayanan dasar, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan keluarga sepanjang siklus hidup.

Baca Juga: Viral! oknum satpam diduga aniaya pria berkebutuhan khusus, aksi brutal terekam CCTV

“Posyandu dan pustu harus menjadi lini pertama, tidak hanya melayani tapi juga mencegah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Subang, dr. Meity Damayanti, menjelaskan bahwa transformasi layanan primer fokus pada tiga pilar, penguatan promotif dan preventif, pendekatan layanan yang menyeluruh, serta sistem pemantauan wilayah setempat (PWS).

Menurutnya, penguatan Posyandu juga sejalan dengan upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

“Kegiatan ini harus ditindaklanjuti dengan rencana aksi nyata. Posyandu adalah ujung tombak keberhasilan sistem layanan primer kita,” ucap dr. Meity.

Baca Juga: Pengguna keluhkan kursi Wuling Air EV: Kurang nyaman dan posisi duduk tak rebah

Ega Anjani juga menyoroti pentingnya kemitraan lintas sektor dan sinergi antara kader, pembina, dan perangkat daerah agar integrasi program berjalan optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X