Menurut Iin, hampir setengah penduduk Subang merupakan kelompok pemuda. Jumlah besar itu menunjukkan adanya kekuatan besar yang harus dimaksimalkan.
Baca Juga: Komisi Reformasi Polri mulai ‘belanja masalah’, ungkap ancaman intervensi politik dan bisnis
“Potensinya luar biasa. Banyak pemuda yang bekerja di sektor nonformal tapi penghasilannya tinggi. Ini contoh bahwa mereka bisa bukan hanya mengisi lowongan kerja, tapi menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Iin menilai arah pembangunan Subang yang sedang fokus pada sektor ekonomi kreatif sangat cocok dengan karakter pemuda yang kreatif, berani, dan adaptif.
Selain itu, ia mengajak pemuda Subang yang sukses di luar daerah untuk kembali dan ikut membangun kampung halaman.
“Yang sudah berjaya di luar, yuk balik lagi. Kita sedang membangun Subang, sayang kalau justru orang luar yang menggarap potensi kita,” tegasnya.
Baca Juga: Mahfud MD tegaskan putusan MK larang polisi jabat sipil berlaku otomatis
Peran Disparpora: Menyadarkan, memberdayakan, mengembangkan
Sebagai Kabid Kepemudaan, Iin menekankan bahwa tugas Disparpora adalah memastikan pemuda mendapatkan ruang untuk bertumbuh melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.
“Pemuda harus ada di setiap lapisan pembangunan Subang. Ini yang harus dibangkitkan dan dikembangkan terus,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Soe Hok Gie: 7 Kutipan yang harus diingat pemuda hari ini
Subang Nyastra Volume 4 hadirkan bincang dan pentas sastra di Subang Creative Center
Subang Nyastra Vol. 4: Sastra jadi ruang hidup, terapi jiwa, dan identitas bangsa
FPIPS UPI gelar program POLARIS: Literasi politik berbasis teknologi untuk pemuda Subang
Kang Akur ajak pemuda Subang siap hadapi era industri: Generasi Emas 2045 milik anda!
Kang Rey ajak pemuda Subang bergerak dan bersatu: Jangan hanya bangga pada sumpahnya, tapi buktikan aksinya!
110 Pemuda ikuti Baitul Arqom Dasar, Muhammadiyah Subang tekankan kaderisasi berkelanjutan