Prabowo: Bangsa Indonesia terlalu baik hingga mudah dibohongi, pemimpin tak boleh lugu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 22:14 WIB
Presiden Prabowo sebut karakter bangsa Indonesia terlalu baik dan ingatkan anak muda jangan jadi pemimpin yang lugu (Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo sebut karakter bangsa Indonesia terlalu baik dan ingatkan anak muda jangan jadi pemimpin yang lugu (Instagram/prabowo)

GENMILENIAL.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti karakter bangsa Indonesia yang menurutnya terlalu baik dan ramah.

Sifat tersebut, kata Prabowo, sering dimanfaatkan oleh pihak lain hingga membuat bangsa ini mudah dibohongi dan kehilangan kekayaannya sendiri.

Berbicara di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu, 18 Oktober 2025, Prabowo mengingatkan generasi muda agar tetap waspada dan tidak mudah tertipu dalam menghadapi masa depan.

Baca Juga: Bambang pamungkas sindir fans Garuda yang terlalu emosional: Belajar dari Jepang, menang 6-0 pun masih introspeksi

“Waspada selalu menatap masa depan dengan berani dan waspada. Jangan mudah dibohongi karena ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa yang terlalu ramah, terlalu baik,” ujar Prabowo.

Pemimpin harus cerdas, bukan lugu

Prabowo menegaskan, pemimpin yang baik harus memiliki kecerdasan dan ketegasan, bukan keluguan.

Menurutnya, sikap lugu justru menjadi celah bagi pihak lain untuk mengeruk kekayaan bangsa.

“Oleh nenek moyang kita diberi pelajaran bahwa pemimpin tidak boleh lugu. Pemimpin ramah dan sopan, tapi tidak boleh lugu,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Rainbow Slide ambruk di Ketapang: Tambah daftar panjang wahana anak yang rawan kecelakaan

“Lugu itu mudah dibohongi, dan menurut saya bangsa Indonesia sudah terlalu lama dan sering dibohongi,” tambahnya.

Kekayaan bangsa harus dijaga

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung soal pentingnya menjaga kekayaan bangsa agar tidak terus dicuri oleh pihak asing.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun sering kali tidak dinikmati rakyatnya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X