ICA merupakan organisasi profesi chef dengan jaringan di seluruh provinsi Indonesia.
Para anggotanya memiliki sertifikasi nasional dan internasional, serta pengalaman dalam pengelolaan kuliner yang aman dan berkualitas tinggi.
Lewat kolaborasi ini, ICA berharap dapat menjadi mitra strategis BGN dalam memperkuat tata kelola dapur MBG sekaligus memastikan keberlanjutan program secara profesional.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam peningkatan kualitas dapur MBG di seluruh Indonesia,” ujar Susanto.
Baca Juga: Calon Praja IPDN Jatinangor diduga meninggal karena henti jantung, keluarga tolak autopsi
Sementara itu, Dadan Hindayana menegaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah nyata memperkuat sinergi lintas profesi untuk memastikan anak-anak Indonesia menerima makanan yang sehat, aman, dan bergizi.
“Saya sangat mengapresiasi niat baik kawan-kawan chef yang ingin ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis,” pungkas Dadan.***
Artikel Terkait
Blunder menu MBG gunakan makanan UPF, DPR cecar BGN soal kebijakan yang tak kompak
Curhat Mahfud MD usai cucunya keracunan MBG: Ingatkan bukan soal angka, tapi nyawa manusia
DPR soroti program MBG Prabowo: Target penerima manfaat meleset, daerah 3T dan kemiskinan ekstrem belum tersentuh
Kemenkes awasi ketat program MBG, terapkan sistem pendataan ala COVID-19 hingga pantau gizi siswa
Luhut Binsar Pandjaitan ingatkan Menkeu Purbaya: Tak perlu tarik anggaran tak terserap program MBG
Menu MBG Depok viral disebut minim gizi, SPPG ungkap alasan dan BGN lakukan sidak
MBG disebut jadi penyebab naiknya harga daging dan telur ayam, BGN: Konsumsi meningkat butuh peternak baru