Sastra Persia: Jejak spiritual dan budaya dari peradaban kuno hingga sufi modern

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 31 Juli 2025 | 20:02 WIB
Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun dan Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia
Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun dan Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia

"Thank you for always being my rainbow after the storm."

Sastra sebagai cermin sosial dan historis

Lebih jauh, Yanuardi menekankan bahwa sastra Persia harus dibaca sebagai dokumen sosial, bukan semata kumpulan kata-kata indah.

Baca Juga: Viral ular besar merayap di kaca mobil, warganet gagal fokus dengan teriakan 'soft spoken' pasangan di dalamnya

“Ia mencerminkan dinamika masyarakat, relasi kuasa, dan pencarian makna eksistensial manusia Persia sepanjang zaman,” tegasnya.

Dalam pusaran geopolitik dan stigma yang sering melekat pada Iran sebagai negara 'bermasalah,' sastra Persia justru memperlihatkan sisi lain, bahwa di sana pernah dan masih terus tumbuh peradaban kata, cinta, dan cahaya ilmu.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X