Semangat Margono Djojohadikusumo dihidupkan kembali di tanah Jawara: Nasionalisme, ekonomi, dan lagu cinta

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 20 Juli 2025 | 15:39 WIB
Buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946
Buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946

GENMILENIAL.ID – Di tengah udara hangat Kota Serang, Banten, semangat nasionalisme dan ekonomi berdikari kembali digaungkan dalam bedah buku 'Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946', Jumat, 18 Juli 2025.

Tak sekadar membedah sosok, acara ini menjadi momen menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan ekonomi yang diperjuangkan tokoh bangsa ini, di tanah para jawara.

Dibuka dengan sambutan dari Kementerian Kebudayaan RI yang diwakili Staf Khusus Menteri, Asrian Mirza, publik diajak meneladani prinsip hidup Margono, sang pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 1946, yang tak hanya membangun fondasi ekonomi, tapi juga menanamkan integritas dan kemandirian nasional.

Baca Juga: Jokowi: Masuk Senayan bukan lagi target, tapi keharusan untuk PSI di Pemilu 2029

“Margono bukan sekadar tokoh perbankan. Ia pejuang ide dan integritas. Lewat BNI, ia ingin kemerdekaan ekonomi berjalan seiring dengan kemerdekaan politik bangsa,” ujar Asrian.

Dari arsip hingga air mata cinta

Dalam diskusi yang hangat namun sarat nilai sejarah, tim penulis buku, HMU Kurniadi, Jimmy S. Harianto, dan Iqbal Irsyad membuka kisah di balik penulisan buku, dari riset mendalam terhadap arsip sejarah hingga wawancara eksklusif dengan keluarga dan tokoh nasional, termasuk Bu Sukartini Djojohadikusumo, Emil Salim, hingga Sudrajat Djiwandono.

Tak hanya kisah perjuangan, suasana menjadi emosional saat Endang Pratiwi, cucu dari Margono, menyampaikan testimoni pribadi.

Baca Juga: Korsleting listrik diduga jadi pemicu, kebakaran rumah di Bukit Duri tewaskan 4 orang

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengenang ajaran sang kakek yang selalu menekankan pentingnya berdiri di atas kaki sendiri.

“Eyang selalu berkata, bangsa yang besar adalah bangsa yang mandiri. Prinsip itu menjadi warisan paling berharga untuk kami,” kata Endang.

Dan di luar dugaan, Endang kemudian menyanyikan bait lagu kesayangan sang kakek, 'Can’t Help Falling in Love' dari Elvis Presley membawa keheningan dan haru ke seluruh ruangan:

“Wise men say, only fools rush in… but I can’t help falling in love with you…”

Baca Juga: Seorang paman ditangkap polisi usai diduga cabuli keponakan di bawah umur dan unggah aksinya ke medsos

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X