Lebih dari buku, sebuah gerakan literasi bangsa
Diskusi buku yang dihadiri akademisi, pegiat sejarah, mahasiswa, hingga komunitas literasi itu berlangsung interaktif.
Para peserta tak hanya antusias menyimak cerita-cerita di balik lembar buku, tetapi juga menyadari pentingnya mengenal kembali tokoh-tokoh ekonomi pendiri republik.
Penulis Iqbal Irsyad menyebut acara ini sebagai bagian dari gerakan literasi sejarah yang menekankan pentingnya menghargai kontribusi tokoh bangsa, yang selama ini jarang ditampilkan dalam arus sejarah nasional.
Baca Juga: Eksploitasi anak dari balik Lapas: Napi Cipinang kendalikan jaringan open BO pelajar sejak 2023
“Ini bukan sekadar biografi, ini upaya untuk membuka cakrawala sejarah bangsa dari sudut ekonomi, bahwa kemerdekaan bukan hanya soal senjata, tapi juga soal strategi membangun kemandirian,” ujar Iqbal.
Bedah buku ini menegaskan satu hal penting, bahwa di balik perekonomian Indonesia yang berdiri hari ini, ada sosok-sosok berintegritas yang berjuang sunyi dari balik meja rapat dan lembar naskah seperti Margono Djojohadikusumo, yang tak hanya mencintai bangsanya, tapi juga sempat jatuh cinta pada lagu-lagu lembut tentang kasih yang abadi.***
Artikel Terkait
5 Tips menulis buku cerita menarik bagi anak-anak
Peluncuran buku 'Gerakan Islam Berkemajuan' karya Haedar Nashir akan meriahkan Tanwir Muhammadiyah 2024 di Kupang
Pamer buku ‘Belajar Bahasa Indonesia’ bikin asisten pelatih anyar Timnas Indonesia Alex Pastoor bakal jadi sosok panutan skuad Garuda
Sinopsis buku 'Islam dan Sosialisme' karya HOS Tjokroaminoto
Sinopsis buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' karya Ai Lundeng
IFG dukung literasi nasional lewat program hibah buku bersama Perpusnas RI
Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar siapkan bantuan seragam dan buku untuk siswa kurang mampu, sekolah tak boleh pungut biaya