Tak hanya bayangi warga, pekatnya asap karhutla di Kalbar bikin seekor orang utan terbaring lemas tak berdaya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 1 September 2026 | 11:04 WIB
Menyoroti peristiwa pilu saat seekor orang utan dievakuasi warga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Ketapang, Kalimantan Barat (Instagram.com/@pandemictalks)
Menyoroti peristiwa pilu saat seekor orang utan dievakuasi warga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Ketapang, Kalimantan Barat (Instagram.com/@pandemictalks)

GENMILENIAL.ID — Pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya berdampak pada aktivitas warga.

Seekor orang utan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemas di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah kondisi Sampurna dibagikan melalui unggahan Instagram @pandemictalks pada Senin, 31 Agustus 2026.

Baca Juga: Cerminkan semangat merangkul dalam pidato, KH Miftachul Akhyar sebut sifat dakwah ialah mengajak bukan mengejek

Saat ditemukan, Sampurna mengalami gangguan pernapasan hingga harus mendapatkan penanganan medis dari tim dokter hewan. Ia diberikan bantuan oksigen dan infus di lokasi.

"Terbaring lemas tak berdaya, orang utan ini kesulitan bernapas akibat tercekik asap karhutla Kalimantan," tulis keterangan unggahan tersebut.

Dalam foto yang beredar, Sampurna terlihat dalam kondisi lemah. Pada foto lainnya, orang utan tersebut tampak mengeluarkan air mata ketika berada dalam penanganan tim penyelamat.

Sampurna ditemukan warga dalam kondisi lemas

Sampurna pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Baca Juga: Viral Kadisdik Kalteng minta sekolah tak libur di tengah karhutla, berdalih demi nasib dapur MBG

Laporan mengenai keberadaan orang utan tersebut kemudian ditindaklanjuti tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, mengatakan tim langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi dari masyarakat.

"Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orang utan di sekitar perkebunan," kata Sarbandi di lokasi pada hari yang sama.

"Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orang utan tersebut dalam kondisi lemas," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X