Usia ke-103, Pejuang Siliwangi kenang keteladanan Raden Ama Poeradiredja: Hidup untuk umat, bukan jabatan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 3 Juli 2025 | 16:03 WIB
Ratusan Anggota Pejuang Siliwangi serta para tokoh masyarakat turut serta memperingati Hari ke 103 PS di Wisma Karya Subang, Kamis 3 Juli 2025
Ratusan Anggota Pejuang Siliwangi serta para tokoh masyarakat turut serta memperingati Hari ke 103 PS di Wisma Karya Subang, Kamis 3 Juli 2025

GENMILENIAL.ID – Peringatan Hari Jadi ke-103 Pejuang Siliwangi (PS) digelar penuh khidmat di Wisma Karya Subang, Kamis, 3 Juli 2025.

Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi refleksi sejarah tentang nilai perjuangan, kebajikan, dan keteladanan pendiri PS, Raden Ama Poeradiredja, yang kini tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Acara dihadiri oleh ratusan anggota PS dari Kabupaten Subang dan tokoh penting lainnya, termasuk Wakil Ketua DPRD Subang H. Kosim, mantan Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, Staf Ahli Bupati Aef Saepudin, serta R. Edeh Laswarawati Poeradiredja putri dari sang tokoh pejuang.

Baca Juga: Gugur saat mengabdi: dr. Marwan al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel

Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Subang, Ir. Beni Rudiono, menyampaikan bahwa usia ke-103 bukan sekadar angka, melainkan momentum untuk semakin arif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan.

“Raden Ama Poeradiredja hidup bukan untuk jabatan, tapi untuk umat. Bahkan ketika ditawari jabatan Bupati Cianjur, beliau tolak. Beliau memilih memimpin hijrah 1.300 kepala keluarga dari Purwasuka ke Lampung yang kini menjadi Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat. Itu pengabdian luar biasa,” tegas Beni.

Lebih jauh, Beni yang juga anggota DPRD Subang menegaskan bahwa keteladanan sang pendiri bukan sekadar cerita, melainkan bukti hidup tentang kesederhanaan dan dedikasi tanpa pamrih.

Baca Juga: ESAI: Aktivisme dan kesadaran intelektual, jejak panjang dari ruang akademik ke medan perubahan

“Beliau menjadi guru spiritual Bung Karno, ikut mengawal sejarah di Rengasdengklok, tapi tak menuntut imbalan apa pun. Bahkan penghargaan langsung dari Presiden pun beliau tolak. Gaji pun enggan diterima. Ketulusan itu yang harus diwariskan,” tambahnya.

Terkait usulan sebagai pahlawan nasional, Beni menyebut prosesnya sedang dilengkapi oleh tim yang melibatkan sejarawan lokal dan nasional.

Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Subang, Ir Beni Rudiono berikan sambutan pada Hari Jadi PS ke 103 di Wisma Karya Subang
Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Subang, Ir Beni Rudiono berikan sambutan pada Hari Jadi PS ke 103 di Wisma Karya Subang

Meski Raden Ama Poeradiredja tidak mengharapkan penghargaan, upaya ini dianggap penting sebagai bentuk penghormatan negara.

“Kami diminta oleh Dirjen Dayasos Kemensos melengkapi dokumen. Tim Subang saya pimpin, dibantu Pak Kadar, Pak Anggi, dan di tingkat nasional ada Pak Dudung. Semua ini untuk melengkapi kekurangan berkas yang sempat tertunda,” jelasnya.

Baca Juga: Pulau kecil Bali-NTB diduga jatuh ke tangan asing, Menteri ATR BPN: Kepemilikan oleh WNA tak boleh terjadi di republik ini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X