Alasan konservasi larang aksi Kunto Bimo di Borobudur, meski Presiden Macron melakukannya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 2 Juni 2025 | 09:02 WIB
Momen Presiden Macron melakukan Kunto Bimo, yakni mencoba menggapai arca Buddha di Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)
Momen Presiden Macron melakukan Kunto Bimo, yakni mencoba menggapai arca Buddha di Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)

GENMILENIAL.ID - Aksi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyentuh arca Buddha di dalam stupa Candi Borobudur saat kunjungannya ke Indonesia menuai sorotan.

Dalam foto yang diunggah akun resmi Sekretariat Kabinet, tampak Macron, Ibu Negara Brigitte Macron, dan Seskab Teddy Indra Wijaya melakukan aksi yang dikenal sebagai Kunto Bimo.

Kunjungan Macron ke Candi Borobudur pada Kamis, 29 Mei 2025 itu dilakukan dalam rangka mempererat kemitraan kebudayaan antara Indonesia dan Prancis.

Baca Juga: Presiden Macron sentuh arca di stupa Borobudur, ini penjelasan mitos Kunto Bimo

Presiden Prabowo turut mendampingi dalam kunjungan tersebut.

Aksi Kunto Bimo merupakan tradisi populer di mana pengunjung mencoba merogoh dan menyentuh arca Buddha yang berada di dalam stupa.

Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa siapa pun yang berhasil menyentuh arca tersebut akan mendapatkan keberuntungan.

Pengunjung pria diyakini harus menyentuh jari manis atau kelingking, sementara perempuan menyentuh bagian kaki atau tumit.

Baca Juga: YBAI soroti aksi sentuh arca Buddha oleh Macron dan Brigitte di Borobudur: Aturan jangan tebang pilih

Namun, meski populer, aksi Kunto Bimo telah dilarang oleh Konservasi Borobudur sejak beberapa tahun terakhir.

Pelarangan itu didasarkan pada alasan konservasi dan penghormatan terhadap nilai religius Candi Borobudur yang merupakan situs suci umat Buddha sekaligus warisan budaya dunia yang diakui UNESCO sejak 1991.

Konservasi Borobudur bahkan telah menyampaikan edukasi publik mengenai larangan tersebut melalui akun TikTok resminya pada 2022 lalu.

“Mitos ini (Kunto Bimo) sekarang menjadi masalah pelestarian Candi Borobudur,” tulis keterangan dalam video tersebut.

Baca Juga: Antisipasi premanisme, Kapolsek Subang gelar patroli di pasar dan terminal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X