Disebutkan pula bahwa tindakan seperti menaikkan kaki ke teras stupa dianggap tidak pantas secara agama dan toleransi.
Aktivitas tersebut juga dapat mempercepat kerusakan relief akibat gesekan dan tekanan berulang dari pengunjung.
“Ini (stupa) adalah obyek pemujaan atau simbol religius dari umat Buddha, pantas kah kita menaikkan kaki kita ke simbol religius ini?” tambah keterangan dalam video tersebut.
Sejumlah komunitas Buddhis dan pemerhati cagar budaya pun berharap agar aturan pelestarian ini ditegakkan secara konsisten tanpa pandang bulu, guna menjaga kelestarian Borobudur sebagai warisan budaya bangsa dan dunia.***
Artikel Terkait
Candi Borobudur ditutup sementara sambut kunjungan Presiden Macron dan Presiden Prabowo
Momen Macron tanya lukisan Soekarno di Istana, Prabowo jawab dengan bangga: Presiden pertama kami
Presiden Macron kagumi Candi Borobudur dan resmikan kemitraan budaya Indonesia-Prancis
Momen Presiden Macron sentuh stupa Candi Borobudur, Fadli Zon: Beliau sangat menikmati kunjungannya
Presiden Prabowo dampingi Emmanuel Macron kunjungi Candi Borobudur
Seskab Teddy tegaskan tak ada minuman beralkohol dalam gala dinner Prabowo-Macron
Seskab tegaskan minuman saat jamuan Prabowo-Macron bukan wine, bebas alkohol