Alasan konservasi larang aksi Kunto Bimo di Borobudur, meski Presiden Macron melakukannya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 2 Juni 2025 | 09:02 WIB
Momen Presiden Macron melakukan Kunto Bimo, yakni mencoba menggapai arca Buddha di Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)
Momen Presiden Macron melakukan Kunto Bimo, yakni mencoba menggapai arca Buddha di Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)

Disebutkan pula bahwa tindakan seperti menaikkan kaki ke teras stupa dianggap tidak pantas secara agama dan toleransi.

Aktivitas tersebut juga dapat mempercepat kerusakan relief akibat gesekan dan tekanan berulang dari pengunjung.

“Ini (stupa) adalah obyek pemujaan atau simbol religius dari umat Buddha, pantas kah kita menaikkan kaki kita ke simbol religius ini?” tambah keterangan dalam video tersebut.

Sejumlah komunitas Buddhis dan pemerhati cagar budaya pun berharap agar aturan pelestarian ini ditegakkan secara konsisten tanpa pandang bulu, guna menjaga kelestarian Borobudur sebagai warisan budaya bangsa dan dunia.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X