YBAI soroti aksi sentuh arca Buddha oleh Macron dan Brigitte di Borobudur: Aturan jangan tebang pilih

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 2 Juni 2025 | 08:40 WIB
Presiden Macron dan Brigitte Macron menggapai patung Buddha di dalam stupa Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)
Presiden Macron dan Brigitte Macron menggapai patung Buddha di dalam stupa Candi Borobudur (Instagram/sekretariat.kabinet)

GENMILENIAL.ID - Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada akhir Mei 2025 menuai sorotan.

Melalui unggahan akun resmi Sekretariat Kabinet, tampak momen Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Seskab Letkol Teddy Widodo menyentuh arca Buddha di dalam salah satu stupa Candi Borobudur.

Aksi tersebut mendapat perhatian dari Young Buddhist Association Indonesia (YBAI), sebuah organisasi muda-mudi Buddhis di Indonesia.

Baca Juga: Antisipasi premanisme, Kapolsek Subang gelar patroli di pasar dan terminal

Melalui unggahan di akun resmi X (Twitter) pada Jumat, 30 Mei 2025, YBAI mengingatkan bahwa menyentuh arca Buddha di dalam stupa—yang dikenal dengan mitos Kunto Bimo—sudah tidak diperbolehkan.

“Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy. Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur,” tulis YBAI.

YBAI menilai, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi kelestarian candi dan menegaskan bahwa stupa di Candi Borobudur merupakan objek suci pemujaan umat Buddha.

Dalam unggahan tersebut, YBAI juga menyoroti sikap Ibu Negara Prancis yang tampak memijak batu stupa saat menyentuh arca Buddha.

Baca Juga: Porkopimcam Subang gelar patroli gabungan terkait pemberlakuan jam malam bagi siswa

YBAI mengimbau seluruh pemandu wisata dan pengunjung untuk tidak duduk atau menaiki bagian candi sebagai bentuk penghormatan.

“Para wisatawan dan pengunjung semua mematuhi hal ini dalam wujud rasa cinta dan peduli akan Candi Borobudur guna bisa lestari hingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita,” tulisnya.

YBAI menekankan pentingnya penerapan aturan yang adil dalam pelestarian candi, tanpa pandang bulu.

“Seharusnya peraturan pelestarian ini tidak tebang pilih agar kita semua tetap care kepada Candi Borobudur sebagai objek destinasi wisata religi,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X