3. Ernest Douwes Dekker
Dikenal juga sebagai Setiabudi, ia adalah tokoh Indo-Eropa yang berpihak pada perjuangan pribumi.
Lewat tulisan-tulisannya yang tajam di surat kabar, ia menyerang kebijakan kolonial hingga diasingkan ke Belanda.
Baca Juga: Trump tunjukkan simpati usai Biden divonis kanker prostat: Kami sedih mendengarnya
Bersama Ki Hajar Dewantara dan Dr. Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij.
4. Dr. Cipto Mangunkusumo
Dokter rakyat ini dikenal sebagai pejuang garis keras yang tak gentar menentang kolonialisme. Ia aktif di Budi Utomo sebelum memilih jalur perjuangan politik yang lebih radikal lewat Indische Partij.
Namanya diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit besar di Jakarta.
5. Ki Hajar Dewantara
Bapak Pendidikan Nasional ini mendirikan Taman Siswa, sekolah rakyat yang memberi akses pendidikan bagi semua kalangan.
Semboyannya, 'Tut Wuri Handayani', masih digunakan dalam sistem pendidikan Indonesia hingga kini.
Ia juga sempat diasingkan karena tulisan-tulisan tajamnya melawan penjajah.
Pemimpin Sarekat Islam, Tjokroaminoto adalah orator ulung dan mentor dari tokoh-tokoh besar seperti Sukarno, Musso, dan Kartosuwiryo.
Artikel Terkait
Di Harkitnas ke-116, Pj. Bupati tegaskan bahwa dirinya tidak punya kepentingan politik apapun di Subang, selain ingin daerah ini maju
Peringati Harkitnas ke-116, Pj. Bupati : Jadikan momentum untuk kebangkitan Subang
Makna penting peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116
Ini 3 puisi karya sastrawan Indonesia bertema perjuangan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional
ESAI: Kebangkitan Nasional: Persimpangan fiksi, kekuasaan, dan identitas yang rentan
Hari Kebangkitan Nasional 2025 angkat tema 'Bangkit Bersama', ini 4 makna utamanya
Polres Subang gelar upacara Harkitnas ke-117, Kapolres ajak personel wujudkan Indonesia kuat