Syahrir dan revolusi yang beradab: Menolak kekerasan, menjaga nurani

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 20 Mei 2025 | 06:28 WIB
Sutan Syahrir (paling kiri), Letkol van Beek, Ir. Soekarno, dan M. Hatta (Instagram.com/@infosejarah.co)
Sutan Syahrir (paling kiri), Letkol van Beek, Ir. Soekarno, dan M. Hatta (Instagram.com/@infosejarah.co)

Baca Juga: Bawa pesan Prabowo, Cak Imin jabat tangan dengan Paus Leo XIV di Vatikan

Ketika banyak tokoh terbuai euforia kekuasaan, Syahrir justru menarik diri ke ruang perenungan. Ia menulis kepada kawan seperjuangan:

“Lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan arah. Lebih baik sunyi dalam nurani, daripada riuh dalam kebencian.”

Hari ini, ketika kita melihat kekerasan masih sering dibungkus dengan jargon perjuangan, kita sepatutnya menoleh pada suara Syahrir.

Ia mengingatkan bahwa revolusi sejati adalah revolusi nilai, perjuangan membentuk manusia baru, bukan sekadar mengganti penguasa lama.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X