Sutan Syahrir mengingatkan kita bahwa politik yang tidak berpijak pada nilai kemanusiaan akan kehilangan arah.
Kekuasaan tanpa moral hanya akan melahirkan kekerasan baru. Dan bangsa yang membiarkan itu terjadi, adalah bangsa yang lupa pada cita-cita revolusi itu sendiri.
“Kami bukan pemimpin massa, tapi pemimpin pikiran.” – Sutan Syahrir
Artikel Terkait
ESAI : Pramoedya Ananta Toer mimpi Brahmana melawan tirani
Sutan Syahrir, pemikir revolusioner yang melawan penjajah
Figur politik penting dalam perjalanan Indonesia, Soekarno, Sutan Syahrir, dan H Agus Salim
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
ESAI: Soe Hok Gie dan warisan sunyi untuk generasi hari ini
Menjadi manusia Indonesia dalam pandangan Pramoedya Ananta Toer
Sutan Syahrir: Pemikir sunyi di balik proklamasi kemerdekaan