Pandangan Hamka ini terlihat di antaranya dalam buku Pelajaran Agama Islam. Di dalam buku tersebut Hamka menggunakan banyak teori dan hasil penemuan para pemikir Barat untuk mengukuhkan keyakinan kepada Rukun Iman.
Teori-teori psikologi, sosial, hingga penemuan sains digunakan Hamka sebagai penambah argumen bagi keimanan. Hamka berusaha menampilkan Islam yang siap berdialog dan terbuka terhadap penemuan-penemuan ilmu pengetahuan terbaru—satu ciri umum kalangan modernis.
Tapi, menyangkut spiritualitas, ada yang berbeda pada diri pengarang Tenggelamnya Kapal Van der Wijk ini. Hal tersebut di antaranya dapat ditelusuri dari bukunya yang ditulis pada 1939, Tasawuf Modern.
Buku ini lah yang Hamka baca semasa berada dalam tahanan Orde Lama. Dalam pengakuannya ia menyatakan, “Hamka sedang memberi nasihat kepada dirinya sendiri... Dia hendak mencari ketenangan jiwa dengan membaca buku ini.
Artikel Terkait
Seseorang masuk surga bukan karena amal? Begini penjelasan Buya Yahya
Catatan aktivis dan 5 puisi Soe Hok Gie yang inspiratif
Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya
Amalkan dzikir ini untuk menyembuhkan segala macam penyakit menurut Ustadz Adi Hidayat
Pemuda Muhammadiyah Subang kutuk keras pelaku penembakan Sekum PP PM 2010-2014