Selain perundungan secara langsung, Ucu juga menyoroti meningkatnya kasus cyber bullying di kalangan pelajar.
Baca Juga: Frendry Dona jadi buronan, diduga kendalikan laboratorium vape etomidate di Jakarta
Bentuknya beragam, mulai dari komentar jahat, penyebaran hoaks, hingga pengucilan di dunia digital.
Fenomena ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena terjadi di ruang maya yang sulit diawasi secara langsung.
“Orang tua harus lebih aktif mengawasi penggunaan gawai anak, termasuk membatasi waktu penggunaan agar tidak terpapar hal-hal negatif,” ujarnya.
Butuh peran semua pihak
Ucu menegaskan bahwa pencegahan perundungan tidak bisa dilakukan oleh sekolah saja. Diperlukan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Siswa SD terjatuh dari lantai 3 Pasar Serangan Bali, sempat terekam video
Komunikasi terbuka menjadi kunci utama agar anak merasa aman untuk bercerita tentang apa yang mereka alami, baik di sekolah maupun di rumah.
“Dengan kemajuan teknologi saat ini, perkembangan anak sangat cepat. Maka diperlukan upaya kreatif, komunikatif, dan terbuka dari semua pihak untuk mencegah dampak negatif,” katanya.
Melalui deklarasi ini, SMPN 6 Subang berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sekaligus membentuk karakter siswa yang saling menghargai.***