“Itu sangat tergantung bagaimana kesiapan gurunya juga, bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” kata Abdul.
Ia menyebut ketersediaan tenaga pengajar kompeten menjadi faktor paling menentukan.
Tanpa guru yang cukup dan materi ajar memadai, pelajaran baru tidak bisa diterapkan secara merata.
Baca Juga: Roy Suryo bocorkan isi Gibran’s Black Paper: Soroti akun Fufufafa hingga klaim ijazah SMA
Masih dalam skema mata pelajaran pilihan
Saat ini, semua bahasa asing di luar bahasa Inggris berada dalam skema mata pelajaran pilihan.
Jika bahasa Portugis jadi ditambahkan, posisinya kemungkinan tetap sama.
“Kalau sekarang ini skemanya memang masih bahasa asing pilihan,” kata Abdul.
Artinya, sekolah dapat memilih untuk mengajarkan mata pelajaran tersebut sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.***