Pelajar SMAN 1 Binong diingatkan bahaya judol, narkoba hingga bullying

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 12 Oktober 2026 | 10:09 WIB
Kapolsek Binong AKP Andri Sugiarto menyampaikan arahan kepada siswa dalam kegiatan Police Go To School saat upacara bendera di SMAN 1 Binong, Kabupaten Subang, Senin 12 Oktober 2026 (Dok. Istimewa)
Kapolsek Binong AKP Andri Sugiarto menyampaikan arahan kepada siswa dalam kegiatan Police Go To School saat upacara bendera di SMAN 1 Binong, Kabupaten Subang, Senin 12 Oktober 2026 (Dok. Istimewa)

Selain perilaku di lingkungan sekolah, Andri menyoroti keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.

Baca Juga: Polisi soroti atraksi berbahaya di jalur wisata Ciater, komunitas motor diingatkan tertib

Ia mengajak para pelajar menjadi pelopor keselamatan dengan menaati aturan dan menghindari penggunaan knalpot brong serta aksi kebut-kebutan di jalan raya.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas. Jangan gunakan motor brong atau kebut-kebutan, karena kendaraan bisa menjadi mesin pembunuh jika tidak dikendalikan dengan bijak,” ujar Andri.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa berkendara bukan sekadar kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kebiasaan mematuhi aturan lalu lintas perlu dibangun sejak usia sekolah.

Baca Juga: Persib tantang pemuncak klasemen Dewa United, mampukah Maung Bandung menang?

Pelajar yang menggunakan sepeda motor harus memahami pentingnya berkendara secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan orang lain.

Kepolisian berharap siswa dapat menerapkan perilaku disiplin tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat beraktivitas di luar sekolah.

Police Go To School jadi sarana edukasi

Andri menyampaikan bahwa kegiatan Police Go To School merupakan salah satu upaya preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Baca Juga: Banjir Padang hari ini: 498 Warga terdampak, 238 orang dievakuasi

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian ingin mendorong siswa agar mampu menjaga diri, menaati aturan, menjauhi narkoba dan kenakalan remaja, serta tidak terlibat dalam perundungan maupun tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Program edukasi di sekolah juga menjadi ruang komunikasi antara kepolisian, tenaga pendidik, dan pelajar dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman serta kondusif.

Dalam kesempatan yang sama, Andri turut menyosialisasikan informasi pembukaan penerimaan peserta didik baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027-2028 kepada para siswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X