DPRD Subang soroti tiga faktor penyebab tawuran pelajar, dorong peran orang tua dan guru

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 18 September 2025 | 15:13 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Subang, H. Anharudin.
Anggota DPRD Kabupaten Subang, H. Anharudin.

GENMILENIAL.ID – Maraknya aksi tawuran pelajar yang kembali mencuat di Subang mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Subang, H. Anharudin.

Legislator dari Partai Demokrat itu menilai setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong anak di bawah umur terlibat aksi kekerasan jalanan.

Pertama, kata Anharudin, kurangnya pengawasan dari orang tua menjadi pemicu utama.

“Anak-anak butuh perhatian penuh. Kalau lepas kontrol, mereka mudah terpengaruh lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa hadiri G20 Tourism Ministers’ Meeting di Afrika Selatan, dorong pariwisata berkelanjutan

Kedua, lemahnya peran guru dalam mendidik akibat aturan pendidikan yang terlalu membatasi. Ia menilai ada kalanya guru harus bertindak lebih tegas.

“Guru tidak boleh mendidik anak dengan keras padahal itu perlu. Bisa jadi kenakalan yang dilakukan anak sudah berulang kali, meski sudah diingatkan dengan lemah lembut,” katanya.

Ketiga, maraknya peredaran obat penenang yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Menurutnya, obat-obatan tersebut sangat terjangkau oleh remaja dan dapat memicu keberanian berlebihan.

“Kita semua tahu, ketika anak minum obat itu timbul keberanian yang melampaui batas manusia,” ungkapnya.

Baca Juga: Urgensi data analytics di era digital, DQLab hadirkan mini bootcamp gratis

Anharudin juga mengimbau agar orang tua dan aparat penegak hukum lebih bijak dalam menanggapi guru yang mendidik dengan ketegasan.

“Jangan langsung melapor jika guru sedikit bertindak mendidik. Ini demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Ia pun mendukung program Gubernur Jawa Barat yang memberi opsi penempatan siswa bermasalah di barak militer sebagai solusi terakhir.

“Ketika guru, orang tua, dan lingkungan tidak bisa lagi mendidik, anak tersebut bisa dititipkan ke barak militer. Tujuan utamanya tetap mendidik untuk menata masa depan mereka,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X