“Sekarang beliau itu ngajar dari kelas satu sampai kelas 6 di tenda BNPB. Semuanya disatuin dan mengajar dengan apa pun yang beliau masih bisa ajarkan,” tuturnya.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut jadi tahanan rumah, KPK tegaskan bukan karena sakit
Kondisi tersebut mencerminkan beratnya tantangan pendidikan di daerah terdampak bencana yang belum sepenuhnya mendapatkan perhatian optimal.
Harap perhatian pemerintah
Trisa berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat segera memberikan bantuan, khususnya buku pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Ia juga menegaskan bahwa para relawan siap membantu proses distribusi jika diperlukan.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kemendikdasmen diketahui memiliki pagu anggaran sebesar Rp55,4 triliun pada tahun 2026.
Baca Juga: Negara teluk ‘diam’ hadapi Iran, peneliti UI ungkap strategi bertahan di tengah ancaman
Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai program, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengadaan peralatan pendidikan, hingga penguatan digitalisasi pembelajaran.
Meski demikian, Trisa menilai bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar siswa di daerah terdampak bencana perlu menjadi prioritas.
Kondisi di Reje Payung menjadi gambaran bahwa pemulihan pendidikan pascabencana masih membutuhkan perhatian serius agar anak-anak tetap mendapatkan hak belajar secara layak.***
Artikel Terkait
Cerita bocah Geudumbak Aceh Utara bertahan di pohon kelapa saat banjir 2025, sehari semalam tanpa makan
Beras nenek pengungsi di Aceh Tamiang hilang dicuri, warganet: Tak punya hati
Warga Aceh di tenda pengungsian hanya ambil satu kotak nasi, viral karena sikap peduli sesama
Perkebunan kopi terancam lubang raksasa, Usman warga Aceh Tengah ikhlas lepas tanah 30 tahun
Tiga bulan pascabanjir Aceh, anak-anak bertahan belajar di ruko dan tenda darurat
Viral warga Aceh Tengah panic buying BBM, antrean SPBU mengular hingga bawa jeriken
TNI AD bangun 35 jembatan bailey di Aceh untuk perkuat konektivitas antarwilayah