“Dengan paradigma ini, sekolah bukan lagi pemadam kebakaran, tetapi menjadi arsitek bangunan yang tahan api,” ujarnya.
Sembilan asas budaya sekolah aman dan nyaman
Dalam implementasinya, Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 menetapkan sembilan asas utama, yakni humanis, komprehensif, partisipatif, kepentingan terbaik bagi anak, nondiskriminatif, inklusif, keadilan dan kesetaraan gender, harmonis, serta berkelanjutan.
Kesembilan prinsip tersebut menjadi landasan penyelenggara pendidikan dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif dan bermartabat.
Selain itu, regulasi ini juga mengamanatkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) lintas perangkat daerah yang dapat melibatkan aparat penegak hukum, organisasi profesi, organisasi masyarakat, hingga mitra pembangunan.
Baca Juga: Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun
Menariknya, aturan baru ini menghapus Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan (TPPK). Tanggung jawab utama penyelenggaraan budaya aman dan nyaman kini berada di tangan kepala sekolah dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, murid, orang tua, masyarakat, dan media.
Ucu menilai, kebijakan ini merupakan langkah progresif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Jika lingkungan sekolah aman dan nyaman, siswa akan merasa dihargai dan termotivasi dalam belajar. Dampaknya tentu akan meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
P5 dalam kurikulum merdeka, transformasi pembelajaran menuju masa depan
Implementasi Kurikulum Merdeka, SMPN 3 Subang gelar Panen Karya P5, menampilkan berbagai kreatifitas dari kelas peminatan anak
Panen Karya P5, PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Subang ajak tenaga pendidik untuk bertranformasi menuju era digitalisasi
Hardiknas 2024, Dr. Imran sebut untuk wujudkan merdeka belajar diperlukan sarana prasarana yang baik dan minta guru jangan takut berekspresi
Apa itu kurikulum deep learning? intip 3 fakta terkait model belajar baru yang digagas Mendikdasmen RI untuk siswa di Indonesia
Ikuti program 'Cultural and Educational Visit', 71 Siswa dan 7 Guru SMP Muhammadiyah 8 Bandung berangkat ke Singapura, Malaysia dan Thailand
Gelar P5, para pelajar SMPN 1 Subang tampilkan berbagai macam kesenian daerah yang memukau