Namun, DLH sadar, pembangunan fisik saja tak cukup. Dibutuhkan 'mental baja' dari masyarakat untuk ikut menjaga, merawat, dan mengubah pola pikir terhadap sampah.
Pelatihan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT. Pertamina EP, PT. CP Industrial Estate, dan CV. Global Enviro.
Camat Compreng, Babinsa TNI AD, dan Babinkamtibmas Polri juga hadir langsung, memberikan pesan bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan langkah kecil, kolaboratif, dan berkesinambungan, Subang sedang menapaki jalur baru: menjadikan komunitas sebagai garda depan pengelolaan sampah, bukan hanya penerima kebijakan.***
Artikel Terkait
Jaga ekosistem, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang bersihkan saluran air perkotaan dari sampah
Dihadiri Muspika, Panwaslu Kecamatan Cikaum lantik dan berikan Bimtek pada 82 pengawas TPS
Jelang pencoblosan 27 November, Bawaslu Subang paparkan 18 indikator potensi TPS rawan pada Pilkada Serentak 2024, seperti ini rincianya!
H-2 jelang Pemilihan Kepala Daerah, Kapolres Subang pimpin Apel Pergeseran Personel PAM TPS, ini amanat penting yang disampaikan!
Respon keluhan soal sampah, Dinas LH Subang berencana perbanyak TPS 3R pada tahun 2025, ini sebaran lokasi dan titiknya
Berada di pusat kota dan sering dikeluhkan warga, Dinas LH Subang berencana tutup TPS Pujasera
Respon keluhan masyarakat soal sampah, Pj Bupati Subang langsung benahi TPS Pujasera, truk sampah standby tiap malam