Dari maggot hingga TPS 3R: Gerakan akar rumput Subang mengubah sampah jadi solusi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 14 Mei 2025 | 14:15 WIB
Semangat hari libur yang produktif! Komunitas pegiat lingkungan Subang antusias mengikuti Bimtek pengelolaan sampah organik metode biokonversi Maggot yang diselenggarakan DLH Kabupaten Subang pada Senin 12 Mei 2025. Langkah nyata mewujudkan Subang bersih dan lestari (Dok. Istimewa)
Semangat hari libur yang produktif! Komunitas pegiat lingkungan Subang antusias mengikuti Bimtek pengelolaan sampah organik metode biokonversi Maggot yang diselenggarakan DLH Kabupaten Subang pada Senin 12 Mei 2025. Langkah nyata mewujudkan Subang bersih dan lestari (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDSemangat kolaborasi dan kerja nyata mulai menggeliat dari akar rumput Subang.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan medan yang tidak mudah, para pegiat lingkungan dari berbagai komunitas justru menjadi pelopor gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Salah satunya lewat pelatihan pengelolaan sampah organik berbasis maggot yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang, Minggu, 12 Mei 2025.

Digelar di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, pelatihan ini diikuti 25 peserta dari berbagai komunitas seperti YLNI, UVI, sekolah-sekolah, hingga bank sampah lokal.

Baca Juga: Pengakuan Richard Lee soal skandal endorse Aldy Maldini: Tak dilaporkan, ikhlaskan Rp10 juta

Mereka belajar metode biokonversi Black Soldier Fly (BSF) atau maggot—cara modern dan ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik jadi produk bermanfaat.

"Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari konsolidasi komunitas untuk membangun kesadaran kolektif dalam menyelamatkan bumi dari krisis sampah," ujar Supianto, Ketua Panitia.

Meski berlangsung di hari libur, antusias peserta tak surut. Bagi mereka, mencintai lingkungan bukan pekerjaan musiman.

“Ini hari libur, tapi semangatnya bukan liburan. Kita buktikan kepedulian bisa dimulai dari hal kecil, dari komunitas,” ujar salah satu peserta.

Baca Juga: Richard Lee ngaku pernah kena ghosting Aldy Maldini hingga menanggung malu, polanya serupa dengan kasus fans

Perwakilan DLH Subang, Cece Rahman, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh nyata bahwa kolaborasi bisa melahirkan perubahan.

"Tak hanya menangani, tapi juga mengurangi sampah dari hulunya. Komunitas adalah mitra penting pemerintah," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Subang sendiri menargetkan pembangunan 10 unit TPS 3R pada tahun ini dan menjangkau seluruh kecamatan di akhir masa jabatan Bupati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X