Lelaki yang aktif sebagai tim riset milenial Indonesia ini juga menuturkan bahwa nasionalisme yang diajarkan Bung Karno berbeda dengan nasionalisme barat.
“Berbeda ketika memahami nasionalisme yang barat banget sehingga narsisme kaya Hitler, Soekarno tidak begitu, kita nasionalisme dalam rangka memakmurkan, mensejahterakan,” jelasnya.
Maka dari itu, kata Anja begitu pentingnya konstekstualisasi ajaran Bung Karno agar tetap terus dilakukan dan diterapkan.
“Bagaimana pancasila hari ini dimaknai sebagai ideologi yang harus fleksibel menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Artikel Terkait
Bacakan puisi Gus Mus dan Soekarno, Ketua TMP Jabar : Saya kader Nasionalis dan Banser
Figur politik penting dalam perjalanan Indonesia, Soekarno, Sutan Syahrir, dan H Agus Salim
Soekarno, pemimpin revolusi Indonesia yang karismatik
Pergerakan Budi Utomo, membangun semangat kebangsaan di Nusantara
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Kaum muda itu perintis bukan pewaris, ambil peran dengan sehormat-hormatnya
Haul Bung Karno ke-54, Anja Hawari Fasya tekankan pentingnya milenial peringati hari-hari besar Bung Karno dan memahami ajaranya