Direktur Madrasah Pemikiran Bung Karno ini juga menjelaskan bahwa ajaran Bung Karno ada tiga, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan.
“Soekarno ini menitikberatkan semangat gotong royong,” ucapnya.
Dalam kontek sekarang, lanjut Anja bagaimana agar ajaran-ajaran Soekarno jangan sampai menjadi fosil dan dengan tegas ia menolak pemosilan ajaran-ajaran Bung Karno, salah satunya terkait kebangsaan.
“Kebangsaan itu merupakan elemen penting, melihat kebudayaan yang sangat multikultural itu perlu nilai-nilai kebangsaan,” tandasnya.
Artikel Terkait
Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya
ESAI : Pramoedya Ananta Toer mimpi Brahmana melawan tirani
Bacakan puisi Gus Mus dan Soekarno, Ketua TMP Jabar : Saya kader Nasionalis dan Banser
Figur politik penting dalam perjalanan Indonesia, Soekarno, Sutan Syahrir, dan H Agus Salim
Perbedaan generasi dalam sorotan, apa itu generasi baby boomers, Gen X, milenial, zilenial, dan alpha
Soekarno, pemimpin revolusi Indonesia yang karismatik
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial