Hari Kusta Sedunia, menyadarkan dunia akan tantangan penderita kusta

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 28 Januari 2024 | 14:15 WIB
Ilustrasi (Pixabay_satheeshsankaran)
Ilustrasi (Pixabay_satheeshsankaran)

 

GENMILENIAL.ID - Hari ini, dunia memperingati Hari Kusta Sedunia sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang telah lama menjadi stigma sosial ini.

Ditetapkan setiap tahun pada tanggal 28 Januari, peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa empati dan menghilangkan stigma yang masih melekat pada penderita kusta di berbagai belahan dunia.

Penyakit kusta, atau disebut juga lepra, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Meskipun kusta dapat diobati dan disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, stigma sosial terhadap penderita masih menjadi masalah serius.

Baca Juga: 28 Januari, HUT Nahdhatul Ulama, 97 Tahun menyinari perjalanan kebangkitan Islam di Indonesia

Akibatnya, penderita kusta sering kali diasingkan dan diabaikan oleh masyarakat, meskipun mereka telah sembuh dari penyakit ini.

Peringatan Hari Kusta Sedunia memainkan peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang kenyataan bahwa kusta bukanlah kutukan, dan penderita kusta adalah manusia yang memiliki hak untuk hidup dengan martabat dan tanpa diskriminasi.

Program edukasi dan kampanye sosialisasi dilaksanakan di berbagai negara untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mendukung dan memahami penderita kusta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara aktif terlibat dalam upaya pemberantasan kusta secara global.

Baca Juga: Manuver H. Ruhimat, tinggalkan PDIP dukung Prabowo Gibran, Beni Rudiono : Saya kecewa

Melalui program-programnya, WHO berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang memadai, termasuk diagnosis dan pengobatan kusta.

Selain itu, WHO juga berfokus pada menghilangkan stigma sosial yang masih melekat pada penderita kusta.

Pentingnya peringatan Hari Kusta Sedunia juga terkait dengan fakta bahwa penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara, terutama di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X