Baca Juga: Gedung SD Negeri mau ambruk, seperti apa upaya Disdikbud Subang cari bantuan?
Disamping soal kemiringan gedung, SDN Sukamahi yang saat ini mempunyai peserta didik berjumlah 150 siswa ini juga tidak memiliki toilet yang cukup memadai jika dibandingkan dengan jumlah siswa.
"Toilet disini rusak, gak ada airnya, dulu airnya ikut nyambung di rumah warga. Tapi saat ini kita punya tolilet pamsimas yang jumlahnya 2 pintu," ujarnya.
Narto juga menjelaskan bahwa dirinya bersama Kepala Sekolah SDN Sukamahi sudah mengajukan beberapa kali terkait perbaikan sarana dan prasarana sekolah, namun hingga kini belum ada titik terang.
"Sudah melakukan pengajuan 4 kali, namun sampai saat ini belum ada kabar apapun," ucapnya.
Baca Juga: Maulid Nabi, ini sifat-sifat keteladanan yang ada dalam diri Nabi Muhammad SAW
Sementara itu, Kepala Koodinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Pamanukan, Dadang Ruhyat mengatakan bahwa SDN Sukamahi akan direhabilitasi pada tahun 2024.
"Sudah ditindaklanjut, Insya Allah tahun depan akan direhab," ungkapnya.
Dadang berharap pihak sekolah dan orang tua siswa agar bersabar menunggu regulasi dari pemerintah pusat.
"Sebetulnya untuk saat ini lebih mudah mengajukan rehab, pihak sekolah saat ini langsung melaporkan keberadaan sarana dan prasarana ke kementrian Pendidikan lewat dapodik," tuturnya.
Artikel Terkait
Siswa SD asal Kabupaten Subang, berhasil memperoleh juara ke 2 O2SN cabor renang tingkat Provinsi Jawa Barat
Penjelasan seputar O2SN, ajang olah raga pelajar dalam mencari bibit atlet sejak dini
Memburu cahaya pendidikan di daerah pelosok Indonesia
Pendidikan, pilar utama peradaban yang abadi
Pendidikan anak usia dini, membangun pondasi emas masa depan
Mutu pendidikan, Ketua MKKS Subang sebut di level Jawa Barat Kabupaten Subang masih pada tahapan middle class
Gedung SD Negeri mau ambruk, seperti apa upaya Disdikbud Subang cari bantuan?