Miliki 150 siswa, kondisi gedung SDN Sukamahi Pamanukan sudah rapuh dan miring

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 29 September 2023 | 10:20 WIB
Gedung SDN Sukamahi di Kecamatan Pamanukan, kondisi rapuh dan miring
Gedung SDN Sukamahi di Kecamatan Pamanukan, kondisi rapuh dan miring

GENMILENIAL.ID - Pendidikan dasar merupakan pondasi utama bagi seseorang untuk mereka bisa melanjutkan kembali ke jenjang pendidikan berikutnya.

Pengetahuan dan bimbingan guru terutama saat anak pada jenjang usia Sekolah Dasar (SD) merupakan pondasi yang sangat penting.

Bekal sebuah pondasi yang kuat akan menentukan seseorang tersebut bisa meneruskan pendidikanya dengan baik.

Pendidikan juga merupakan faktor utama dalam menentukan maju atau tidaknya peradaban sebuah masyarakat, bangsa ataupun sebuah negara.

Baca Juga: Digadang-gadang bakal jadi lawan politik petahana, siapakah sosok Kang Lukmantias?

Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. 

Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional saja, saat ini masih dirasa cukup sulit.

Seperti apa yang saat ini dirasakan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamahi yang berada di Kecamatan Pamanukan yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah.

Seiring berjalanya waktu gedung sekolah SDN Sukamahi yang berlantai 2 tersebut sufah mengalami kerapuhan bahkan sudah mengalami kemiringan.

Baca Juga: Lestarikan seni tradisional Subang, Kabid Kebudayaan akan museumkan benda-benda seni yang terancam punah

"Kemiringan gedung ini sebetulnya sudah lama, terutama kelas yang di bawah, itu sudah beberapa kali saya betulin sendiri dengan dana yang ada," kata Ketua Komite SDN Sukamahi, Narto.

Lanjut Narto, hal tersebut ia lakukan agar supaya para peserta didik yang belajar di SDN Sukamahi 1 merasa nyaman ketika dalam pembelajaran.

Terkait kemiringan, Narto pun menyebut bahwa kemiringan tersebut disebabkan oleh kontur tanah yang labil.

"Mungkin juga karena kita tepat dipinggir jalan pantura yang menghasilkan getaran-getaran yang disebabkan oleh melintasnya mobil besar," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X