GENMILENIAL.ID – Sosok Agam Rinjani, relawan pencinta alam asal Lombok, mencuri perhatian publik usai menceritakan langsung proses evakuasi jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang tewas terjatuh di jurang Gunung Rinjani.
Dalam siniar YouTube Denny Sumargo yang tayang pada Rabu, 2 Juli 2025, Agam mengungkap kondisi medan, proses pencarian, hingga perasaan bersalah yang menyelimuti dirinya.
“Medan di Rinjani itu sangat terjal, dingin, berkabut. Prosesnya menguji fisik dan mental,” ujar Agam, yang ikut memimpin pencarian bersama tim SAR gabungan.
Baca Juga: Trump umumkan Israel setujui gencatan senjata 60 hari, desak Hamas terima kesepakatan
Jenazah Juliana ditemukan pada 25 Juni, empat hari setelah dinyatakan hilang usai terpeleset di jalur terjal dekat puncak.
Berdasarkan pengamatan tim, Juliana jatuh dari ketinggian sekitar 800 meter dan ditemukan di kedalaman 600 meter dalam kondisi mengenaskan.
"Dia patah kaki, kepala retak, sepatu copot, kalungnya lepas. Saat kami temukan, dia sudah tidak bernyawa. Tidak ada harapan," ucap Agam lirih.
Dalam wawancara, Agam juga mengaku menyimpan penyesalan mendalam. Saat insiden terjadi, ia berada di Jakarta dan tidak bisa segera membantu.
Baca Juga: Bobby Nasution siap diperiksa KPK terkait skandal korupsi proyek jalan Rp231 miliar di Sumut
"Ada firasat waktu itu, tapi saya tetap main di Jakarta. Saya merasa sangat bersalah," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah ini tidak hanya membuka fakta di balik tragedi Rinjani, tetapi juga menunjukkan sisi kemanusiaan dari relawan yang selama ini bekerja di balik layar, menghadapi risiko ekstrem demi kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Wisatawan Brasil jatuh ke kawah Rinjani, Tim SAR kerahkan puluhan personel dan drone untuk evakuasi
Evakuasi Juliana Marins tuntas, jenazah pendaki Brasil diterbangkan dari Rinjani ke RS Bhayangkara NTB
Jenazah Juliana Marins berhasil dievakuasi dari jurang Rinjani, langsung dibawa ke RS Bhayangkara NTB
Cerita tim SAR menginap di tebing curam Rinjani demi evakuasi Juliana Marins
Evakuasi Juliana Marins tak gunakan helikopter, Basarnas jelaskan alasannya
Basarnas ungkap keluarga Juliana Marins apresiasi proses evakuasi, difasilitasi Kedubes Brasil
Usai insiden Rinjani, Menhut siapkan evaluasi total SOP pendakian: Akan ada papan peringatan hingga gelang RFID