GENMILENIAL.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB).
Kali ini, program bersih-bersih pantai yang menjadi bagian dari aksi cepat (Quick Win) itu digelar di kawasan wisata Pantai Lovina, Buleleng, Bali, Minggu 22 Juni 2025.
Empat titik destinasi unggulan menjadi sasaran kegiatan ini, yakni Pantai Binaria, Pantai Tasik Madu, Pantai Banyualit, dan Pantai Tanjung Alam.
Aksi kolektif ini diikuti berbagai elemen, mulai dari Pemkab Buleleng, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat setempat.
Baca Juga: Prabowo siapkan evakuasi WNI dari kawasan konflik Timur Tengah, 29 orang sudah dipulangkan dari Iran
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, yang hadir langsung membuka kegiatan ini, menekankan bahwa kebersihan merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan nyaman.
“Destinasi yang bersih akan menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan. Wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati keindahan, tapi juga kenyamanan,” ujar Ni Luh Puspa di Lovina.
Ia mengungkapkan harapan agar Gerakan Wisata Bersih dapat menjadi agenda berkelanjutan, tidak hanya digagas pemerintah, tetapi juga melibatkan wisatawan dalam aksi nyata seperti program volunteering tourism.
“Kami ingin wisatawan ikut terlibat, tidak hanya menikmati tapi juga peduli dan ikut merawat. Ini bentuk edukasi langsung yang mampu membentuk kebiasaan baik bagi semua pihak,” tuturnya.
Baca Juga: Tito Karnavian sentil kasus Lucky Hakim di retret kepala daerah, ingatkan aturan izin ke luar negeri
Wamenpar juga menekankan bahwa tantangan utama bukan pada teknologi pengelolaan sampah, melainkan kesadaran bersama yang harus terus dibangun.
“Masalahnya bukan pada teknologi, tapi kesadaran. Edukasi harus dilakukan terus-menerus hingga menjadi budaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesuksesan program Paket Wisata 3B (Banyuwangi–Bali Utara–Bali Barat), yang diluncurkan sejak 2024 sebagai strategi pemerataan wisata agar tidak hanya terpusat di Bali Selatan.
Menurut Ni Luh Puspa, destinasi di Bali Utara, Barat, dan Timur memiliki potensi besar dan perlu didukung oleh kesiapan infrastruktur serta pengelolaan destinasi yang ramah lingkungan.***
Artikel Terkait
Jay Idzes puji kualitas pemain lokal usai TC Timnas di Bali: Tak ada bedanya dengan yang main di Eropa
Penembakan maut di villa mewah Bali: WNA Australia tewas, polisi buru dua pelaku bersenjata
Bali United dan TNI AD gelar kursus Lisensi D Nasional PSSI, cetak pelatih sepak bola dari kalangan militer
Wamenpar: Quality tourism bukan soal jumlah kunjungan, tapi pengalaman unik dan dampak nyata ke masyarakat
Wamenpar pacu pemerataan pariwisata lewat paket 3B: Bali Utara dan Barat punya potensi luar biasa
Wamenpar dorong kolaborasi 3B: Akselerasi pariwisata Bali Utara, Barat, dan Banyuwangi
Wamenpar: Penguatan destinasi kunci pemerataan wisata Bali lewat paket 3B