Wamenpar dorong budaya wisata bersih di Lovina, harap edukasi menjadi gaya hidup wisatawan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 26 Juni 2025 | 21:13 WIB
Pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di kawasan Pantai Banyualit, Buleleng pada Minggu, 22 Juni 2025 (Instagram/dishub_buleleng))
Pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di kawasan Pantai Banyualit, Buleleng pada Minggu, 22 Juni 2025 (Instagram/dishub_buleleng))

GENMILENIAL.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB).

Kali ini, program bersih-bersih pantai yang menjadi bagian dari aksi cepat (Quick Win) itu digelar di kawasan wisata Pantai Lovina, Buleleng, Bali, Minggu 22 Juni 2025. 

Empat titik destinasi unggulan menjadi sasaran kegiatan ini, yakni Pantai Binaria, Pantai Tasik Madu, Pantai Banyualit, dan Pantai Tanjung Alam.

Aksi kolektif ini diikuti berbagai elemen, mulai dari Pemkab Buleleng, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga: Prabowo siapkan evakuasi WNI dari kawasan konflik Timur Tengah, 29 orang sudah dipulangkan dari Iran

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, yang hadir langsung membuka kegiatan ini, menekankan bahwa kebersihan merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan nyaman.

“Destinasi yang bersih akan menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan. Wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati keindahan, tapi juga kenyamanan,” ujar Ni Luh Puspa di Lovina.

Ia mengungkapkan harapan agar Gerakan Wisata Bersih dapat menjadi agenda berkelanjutan, tidak hanya digagas pemerintah, tetapi juga melibatkan wisatawan dalam aksi nyata seperti program volunteering tourism.

“Kami ingin wisatawan ikut terlibat, tidak hanya menikmati tapi juga peduli dan ikut merawat. Ini bentuk edukasi langsung yang mampu membentuk kebiasaan baik bagi semua pihak,” tuturnya.

Baca Juga: Tito Karnavian sentil kasus Lucky Hakim di retret kepala daerah, ingatkan aturan izin ke luar negeri

Wamenpar juga menekankan bahwa tantangan utama bukan pada teknologi pengelolaan sampah, melainkan kesadaran bersama yang harus terus dibangun.

“Masalahnya bukan pada teknologi, tapi kesadaran. Edukasi harus dilakukan terus-menerus hingga menjadi budaya,” tambahnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesuksesan program Paket Wisata 3B (Banyuwangi–Bali Utara–Bali Barat), yang diluncurkan sejak 2024 sebagai strategi pemerataan wisata agar tidak hanya terpusat di Bali Selatan.

Menurut Ni Luh Puspa, destinasi di Bali Utara, Barat, dan Timur memiliki potensi besar dan perlu didukung oleh kesiapan infrastruktur serta pengelolaan destinasi yang ramah lingkungan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X