diiring doa lewat sepucuk surat
Keretaapi pertama kembali
Meluncur di tanah datar
membawa seember minyak
untuk menyalakan semangat
Masadepan kelak berhenti juga
Di garis yang kita namakan takdir
tapi kasih-sayang terus dilafalkan
bersama birahi yang berubah biru.
Citra
Sudah selesaikah air matamu mengalir
di pipi lantas jatuh di jari kaki