DI TOILET ISTANA
Bahkan kertas tisu
harga sebulan susu anakku.
Pukul empat sepuluh sore
dendang lagu membentak tembok tua
lampu kristal menggerutu,
siapa mengoyak wibawa sunyi?
“oo … tuan rumah tengah bernyanyi …”
wastafel ketus membeku
sabun cair celoteh tak tentu
dan peturasan menggerojok air
dengan wangi mantan pacarku