di bar dan kafe hologramik
perkawinan dan seks virtual
atau satudua puisi
tentang—lagilagi—tuhan dan cinta
yang tak pernah ada.
tersisa punya tidur kita hanya
di mana gelap di segala lelap
beribu mimpi berayah surga
dan istri, rutin merajut usia
anak anak bergulir di kamar
merangkai dunia di silau mata
di makna yang kabur dari kata