Aliran ini cenderung menggambarkan perasaan cemas, kesedihan, kegelisahan, atau euforia.
4. Kubisme
Kubisme adalah aliran seni rupa yang didirikan oleh Pablo Picasso dan Georges Braque pada awal abad ke-20.
Aliran ini berfokus pada pemecahan bentuk-bentuk objek menjadi bentuk-bentuk geometris, seperti kubus, balok, dan segitiga, dan menyusunnya ulang dalam cara yang tidak konvensional.
Kubisme mencoba untuk menyajikan lebih dari satu sudut pandang dalam satu gambar, sehingga menggabungkan perspektif yang berbeda-beda.
5. Surealisme
Surealisme muncul pada tahun 1920-an dan menggabungkan dunia nyata dengan dunia mimpi atau bawah sadar.
Seniman surealis menciptakan karya yang absurd, menggabungkan elemen-elemen yang tidak masuk akal secara logika, tetapi memiliki makna dan pesan yang dalam.
Aliran ini sering kali digunakan untuk mengekspresikan alam bawah sadar manusia dan pemikiran-pemikiran tersembunyi.
Baca Juga: Deklarasi relawan Prawiro IGMP, Merry Langoy targetkan 80 persen kemenangan Prabowo di Subang
6. Abstraksionisme
Abstraksionisme adalah aliran seni rupa yang menghindari representasi objek nyata dan dunia visual yang terlihat.
Seniman abstrak menggunakan bentuk-bentuk, warna, dan garis secara non-representasional untuk menyampaikan gagasan, emosi, atau konsep.
Ada dua bentuk utama abstraksionisme, abstraksi geometris yang berfokus pada bentuk geometris dan abstraksi ekspresif yang mengekspresikan perasaan dan emosi melalui sapuan kuas yang bebas dan spontan.
Artikel Terkait
Mengurai keindahan puisi dalam perjalanan waktu
Penyair Wiji Thukul, aktivis perlawanan yang dihilangkan karena puisi
Bapak Bangsa Indonesia, H.O.S. Tjokroaminoto, pejuang kemerdekaan dan perintis pergerakan nasional
Pulo Lasman Simanjuntak berikan tanda tangan simbolik pada buku antologi puisi penyair perempuan Indonesia
Sastra dan puisi, refleksi perjalanan menghibur jiwa yang sepi
Mengenang peran dan kontroversi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)
Forum Diskusi Sastra Meja Panjang, kembali gelar diskusi episode ketiga dengan tema Jakarta Kita dan Sastra