Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 21:54 WIB
Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer (Instagram.com/@makarumakara)
Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer (Instagram.com/@makarumakara)

Baca Juga: Respon KPK terkait dukungan RUU Perampasan Aset dari Presiden Prabowo saat pidato Hari Buruh: Agar pemberantasan korupsi lebih efektif

Membaca Pramoedya, membaca bangsa

Membaca Tetralogi Pulau Buru adalah membaca sejarah Indonesia dengan cara yang lebih manusiawi.

Ini bukan catatan angka dan tanggal, tapi kisah manusia-manusia yang bermimpi, terluka, dan terus memperjuangkan harga diri di tengah ketidakadilan.

Dari Bumi Manusia hingga Rumah Kaca, kita melihat bagaimana seseorang bisa bertransformasi dari pelajar biasa menjadi pemikir yang mengguncang sistem kolonial.

Ini pelajaran tentang pentingnya berpikir kritis, menulis, dan berani mengambil sikap.

Baca Juga: Bali sempat blackout, istana ikut buka suara dan ungkap arahan presiden untuk koordinasi dengan Dirut PLN

Untuk siapa bacaan ini?

Bagi siapa pun yang ingin memahami Indonesia, bukan hanya dari buku pelajaran sejarah, tetapi dari kisah nyata yang dibalut fiksi—Tetralogi Pulau Buru adalah bacaan wajib.

Ia membuka mata, menggugah hati, dan menyulut semangat.***

 

 

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X