GENMILENIAL.ID - Kabupaten Subang selain sebagai sebuah daerah agraris juga masih menyimpan banyak kekayaan kesenian tradisional yang hingga saat ini masih melekat dalam tradisi kehidupan masyarakatnya.
Ditengah tantangan dunia yang semakin global, kesenian tradisional yang menjadi ciri dari khas kehidupan masyarakat merupakan sebuah identitas dari kearifan lokal daerah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Ade Intra menyebut bahwa kesenian tradisional Kabupaten Subang tersebut kini tengah mengisi di Museum Subang di Wisma Karya.
"Subang itu menyimpan beberapa potensi konten untuk museum barang-barang seni tradisional dan lain-lain," ucap Ade Intra.
Baca Juga: Gedung SD Negeri mau ambruk, seperti apa upaya Disdikbud Subang cari bantuan?
Ade pun menyebut bahwa seni tradisional yang sudah menjadi warisan dari Kebudayaan Kabupaten Subang adalah seperti Bajidoran, Genjring bonyok, Toleat, Topeng Menor.
Seni-seni tradisional tersebut ada yang saat ini masih hidup, ada juga yang sudah jarang, beberapa kesenian tradisional yang sudah jarang ataupun hampir terancam punah kini benda-benda peninggalanya akan di museumkan.
"Yang sudah jarang genjring bonyok, toleat (sudah ada di museum), terus topeng menor, itu kostumnya, alat-alatnya mau di masukan ke museum, mau direkomendasikan untuk mengisi konten di Museum Subang," terangnya.
Lanjut Ade, alat-alat kesenian tersebut terutama yang sudah lapuk dimakan oleh waktu, supaya tetap dikenang oleh masyarakat akan di simpan di Museum.
Baca Juga: Maulid Nabi, ini sifat-sifat keteladanan yang ada dalam diri Nabi Muhammad SAW
"Itu alat yang sudah lapuk, kadang-kadang bedugnya itu sudah jelek bentuknya mau disimpan, mau diganti," pungkasnya.
Hal tersebut, kata Ade, sebagai upaya Disdikbud Kabupaten Subang untuk melestarikan seni tradisonal Subang agar tetap dikenang oleh generasi muda berikutnya.
"Secara teori ketika budaya itu akan hilang, kita wajib melestarikanya melalui beberapa hal, salah satunya kalau untuk benda itu di museum disimpan, kita pernah punya ini, walaupun nanti hilang seni tradisionalnya tapi kita punya bukti fisiknya," terangnya.
Ada banyak program dalam menjaga kebudayaan tradisional, bisa dalam bentuk pelestarian, pembinaan yang nantinya bisa dimanfaatkan.
Artikel Terkait
Pulo Lasman Simanjuntak berikan tanda tangan simbolik pada buku antologi puisi penyair perempuan Indonesia
Sastra dan puisi, refleksi perjalanan menghibur jiwa yang sepi
Mengenang peran dan kontroversi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)
Forum Diskusi Sastra Meja Panjang, kembali gelar diskusi episode ketiga dengan tema Jakarta Kita dan Sastra
Siswa SD asal Kabupaten Subang, berhasil memperoleh juara ke 2 O2SN cabor renang tingkat Provinsi Jawa Barat
Mengukir karya imajinasi, berikut 10 tips membuat cerita pendek yang memukau
Gedung SD Negeri mau ambruk, seperti apa upaya Disdikbud Subang cari bantuan?