sains

Tour Guide ungkap keindahan sungai air hitam di Kalimantan, kini disorot karena dugaan limbah tambang

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:44 WIB
Menyoroti penjelasan seorang tour guide di Kalimantan tentang sungai air hitam yang kini dinilai mulai tercemar oleh limbah tambang emas (Instagram.com/@orangudeny)

GENMILENIAL.ID — Fenomena sungai air hitam di Kalimantan kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah seorang pemandu wisata atau tour guide membagikan penjelasan mendalam tentang keindahan sekaligus ironi yang kini terjadi pada ekosistem tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @orangudeny, Senin, 12 Januari 2026, tour guide bernama Deny Priyatna menceritakan pengalamannya saat mendampingi wisatawan di kawasan hutan tropis Kalimantan.

Dalam momen itu, Deny mendapat pertanyaan dari seorang turis yang penasaran dengan warna sungai yang tampak hitam pekat.

Baca Juga: Tali kapal sudah dilepas, pelayaran di Kupang ditunda karena tangis anak cari bapaknya

“Kenapa sungainya berwarna hitam?” tanya seorang turis, sebagaimana diceritakan Deny dalam videonya.

Pertanyaan sederhana itu kemudian menjadi pintu masuk bagi Deny untuk menjelaskan proses alamiah yang membuat sungai-sungai tertentu di Kalimantan memiliki warna gelap, sekaligus mengungkap perubahan warna yang kini ia temukan di lapangan.

Air sungai hitam disebut paling murni

Deny menjelaskan, sungai air hitam bukanlah sungai yang kotor atau tercemar.

Justru, menurutnya, air tersebut termasuk salah satu yang paling murni di dunia karena terbentuk melalui proses alami di hutan hujan tropis.

Baca Juga: Edukasi anak-anak korban bencana di Aceh, influencer Virdian Aurellio yakin kesadaran ekologis generasi muda mulai tumbuh

Ia menuturkan, jutaan daun yang gugur setiap hari di hutan rawa Kalimantan akan membusuk secara alami.

Air hujan yang mengalir melewati tumpukan dedaunan tersebut kemudian menyerap tanin atau asam humat, zat alami yang berasal dari tumbuhan.

“Banyak orang mengira airnya kotor, padahal sebenarnya sangat jernih. Air ini menyerap cahaya, bukan memantulkannya,” ujar Deny.

Proses inilah yang membuat warna air sungai tampak hitam pekat, meski secara kualitas tergolong alami dan tidak berlumpur.

Halaman:

Tags

Terkini