sains

RI siap produksi massal kapal selam tanpa awak: KSOT disejajarkan dengan Orca AS dan Poseidon Rusia

Minggu, 16 November 2025 | 14:16 WIB
Menyoroti rencana kapal selam tanpa awak di Indonesia yang akan diproduksi massal pada tahun 2026 mendatang (Dok. Kemhan RI)

Komparasi Global: Bagaimana KSOT Indonesia dibanding negara raksasa?

Rencana produksi massal KSOT membuat Indonesia mulai masuk pembahasan internasional terkait persaingan teknologi drone bawah laut.

Baca Juga: Kasus korupsi Petral dibuka lagi: Mahfud MD dan Sudirman Said beri sinyal keras soal mafia migas

Berikut perbandingannya dengan negara besar:

1. Orca – Amerika Serikat

AS mengembangkan drone selam ultra-besar seperti Ocean Explorer (OEX) dan Orca dari Boeing.

Fokus utama daya jelajah panjang, sensor canggih, dan payload modular untuk operasi intelijen jarak jauh.

US Navy membuka tender pengembangan hingga Oktober 2025, memperkuat roadmap alutsista bawah laut AS.

2. Poseidon – Rusia

Rusia memiliki Poseidon, torpedo nuklir berukuran raksasa yang dapat memicu tsunami radioaktif.

Baca Juga: Iin Inderawati, Kabid Disparpora Subang yang konsisten merangkul pemuda: Dari jambore hingga dialog kepemudaan

Drone ini ditempatkan pada kapal selam nuklir Khabarovsk dan menjadi salah satu aset paling kontroversial di dunia militer.

3. XXLUUV – China

China menjadi negara yang paling progresif dalam pengembangan drone bawah laut raksasa.

Mereka menguji dua drone selam sepanjang 40 meter, berbasis di Hainan, dan dioperasikan melalui floating dock khusus.

Halaman:

Tags

Terkini