sains

RI siap produksi massal kapal selam tanpa awak: KSOT disejajarkan dengan Orca AS dan Poseidon Rusia

Minggu, 16 November 2025 | 14:16 WIB
Menyoroti rencana kapal selam tanpa awak di Indonesia yang akan diproduksi massal pada tahun 2026 mendatang (Dok. Kemhan RI)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto mulai mempercepat modernisasi armada pertahanan bawah laut.

Salah satu langkah terbaru adalah pengembangan kapal selam tanpa awak atau KSOT, yang kini memasuki tahap uji coba dan akan diproduksi massal di dalam negeri.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyebut KSOT sudah menjalani pengujian di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya dan akan diproduksi secara massal oleh PT PAL mulai 2026.

“Kapal selam autonomous yang kita sebut KSOT. Kita coba dan kita akan bikin di PT PAL agar bisa mass product mulai 2026,” ujar Sjafrie saat berada di pesawat Airbus A400M menuju Aceh, Minggu 16 November 2025. 

Baca Juga: Fakta longsor Cilacap: 16 Rumah tertimbun, 2 warga tewas, 21 masih hilang

KSOT Indonesia: Bisa menyelam 6 bulan dan dilengkapi torpedo

Sjafrie menjelaskan, KSOT dirancang untuk memperkuat sistem pemantauan wilayah perairan rawan penyelundupan.

Dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, keberadaan drone bawah laut dinilai menjadi lompatan besar pertahanan nasional.

“Semua celah alur laut kepulauan akan kita isi dengan kapal selam,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan KSOT sudah teruji, termasuk dalam uji tempur dan penggunaan senjata torpedo.

Baca Juga: Longsor di Cibeunying makan korban, BNPB pastikan 47 warga terdampak

“Anak-anak bangsa kita sudah bisa memproduksi kapal selam tanpa awak. Sangat efektif karena dia bisa menyelam 6 bulan tanpa perlu naik ke permukaan,” terangnya.

Drone selam ini hanya membutuhkan pengisian baterai setelah misi panjang dan dapat kembali turun untuk patroli berikutnya.

Selain armada bawah laut, Sjafrie juga memastikan modernisasi alutsista permukaan terus berjalan, salah satunya dengan kedatangan KRI Brawijaya 320, fregat terbesar di Asia Tenggara.

Halaman:

Tags

Terkini