"Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket China tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera," jelasnya.
Terbakar saat Masuk Atmosfer
Thomas juga memaparkan bahwa objek tersebut terlihat sekitar pukul 19.56 WIB dengan ketinggian yang terus menurun hingga di bawah 120 kilometer.
Baca Juga: Macet horor Ketapang terurai, DPRD apresiasi peran polisi dan sopir logistik
Kondisi tersebut membuat benda itu memasuki atmosfer padat sehingga terbakar dan pecah menjadi beberapa bagian.
"Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur terbakar dan pecah," ujarnya.
"Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten," tambahnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa aktivitas benda luar angkasa, termasuk sampah antariksa, masih dapat terlihat dari Bumi dan terkadang memicu kepanikan masyarakat.***
Artikel Terkait
Peringati Hari Penerbangan Antariksa Manusia, seperti apa sejarahnya?
Beda klaim fenomena ‘cahaya merah’ di langit Cirebon: BRIN sebut bola api, polisi pastikan bukan meteor
Dentuman misterius di langit Cirebon: BRIN ungkap jejak meteor 5 meter yang melintas, bukan jatuh ke bumi
Kementerian PU tegaskan bendungan Ciawi dan Sukamahi efektif reduksi banjir Jakarta hingga 27 persen
ISI bedah strategi AS era Trump, Indonesia dihadapkan tantangan besar di kawasan Indo-Pasifik
Bom BNT-250 resmi kantongi sertifikasi Kemhan, PT Dahana siap produksi massal untuk TNI AU
ICCN buka kolaborasi riset nasional, targetkan basis data kota kreatif Indonesia lebih kuat