GENMILENIAL.ID — Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh serta menindak tegas pihak-pihak yang diduga berkontribusi terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI, Uli Arta Siagian, menilai pemerintah perlu segera memanggil seluruh pengusaha pemegang izin yang beroperasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Panggil semua pengusaha pemegang izin yang ada di 3 provinsi itu, lakukan evaluasi terhadap aktivitasnya,” kata Uli dalam tayangan podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu, 6 Desember 2025.
Baca Juga: Distribusi bantuan airdrop dikritik, TNI tegaskan evaluasi menyeluruh demi keamanan warga
Menurut Uli, evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya, termasuk kemungkinan pencabutan izin usaha.
Opsi pencabutan izin dan penegakan hukum
Uli menegaskan bahwa audit lingkungan wajib dilakukan untuk menentukan apakah izin perusahaan masih layak dipertahankan.
“Apakah kemudian harus mewajibkan ada pencabutan izin karena sebagian besar izin-izin itu berada di zona rentan, maka itu harus dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah menindak tegas perusahaan yang melakukan aktivitas ilegal atau melakukan pelanggaran berulang.
“Bukan hanya dicabut izinnya, tapi ada upaya pertanggungjawaban mereka,” tegasnya.
Proses hukum, kata Uli, harus bisa ditempuh hingga jalur pidana bila diperlukan.
Pemulihan blok penambangan wajib dilakukan
WALHI turut menyoroti kewajiban perusahaan melakukan reklamasi pascatambang.
Artikel Terkait
BNPB pimpin penanganan bencana di Aceh, Sumut, Sumbar, empati nasional mengalir deras
WALHI ungkap deforestasi masif di Sumatera, 1,4 juta hektare hutan hilang 2016-2024
BNPB: 867 korban meninggal dan 521 hilang akibat banjir–longsor di Sumatera
ESDM evaluasi 23 izin tambang di tiga provinsi terdampak banjir-longsor Sumatera
Pergi ke luar negeri saat banjir bandang melanda, Bupati Aceh Selatan dikecam dan kena semprot Mualem
Dikecam publik hingga dicopot Gerindra, Bupati Aceh Selatan disorot usai tinggalkan daerah saat bencana
Gubernur Aceh ungkap pengungsi meninggal karena kelaparan, bantuan tak tembus pedalaman terdampak banjir bandang